PALEMBANG, fornews.co – Terus bertambahnya kasus positif COVID-19 secara signifikan belakangan ini sebagai dampak dari tracing agresif serta pemeriksaan secara masif yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di seluruh daerah di Indonesia. Meski demikian, tracing kontak dekat yang dilakukan belum menjangkau seluruh kontak dekat pasien positif yang dirawat, sehingga masyarakat diminta terus waspada menghindari penularan COVID-19.
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto mengatakan, dari komunikasi dengan Dinas Kesehatan daerah, tingginya penambahan kasus ini diperoleh dari tracing kontak dekat dari kasus positif yang dirawat di rumah sakit. Lalu mereka dilakukan pemeriksaan dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau Tes Cepat Molekuler (TCM).
“Kami meyakini tracing yang dilakukan secara agresif belum bisa menjangkau 100 persen kontak dekat. Oleh karenanya kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan baru saat berkomunikasi secara sosial dan melaksanakan aktivitas produktif lagi dengan mematuhi aturan protokol kesehatan. Kita harus benar-benar disiplin untuk menjaga jarak secara fisik dengan orang lain, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Inilah upaya yang bisa kita lakukan karena belum 100 persen kasus positif ditemukan di tengah masyarakat,” ujar Yuri pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (17/06).
Yuri menerangkan, data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah, Dinas Kesehatan, dan laboratorium yang melakukan pemeriksaan, dalam rentang 24 jam hingga Rabu 17 Juni 2020 pukul 12.00 WIB ada 19.757 spesimen yang diperiksa. Total spesimen yang diperiksa sebanyak 559.872. Pemeriksaan dilakukan dengan metode RT-PCR dan TCM yang sudah didistribusikan ke 442 rumah sakit yang memiliki mesin TCM.
“Hasil yang didapatkan hari ini ada penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.031 sehingga secara akumulasi sampai hari ini 41.431 orang,” terang Yuri.
Menurut Yuri, distribusi kasus baru yang didapatkan masih didominasi 5 provinsi terbanyak yang melaporkan kasus konfirmasi positif yaitu Jawa Timur 225 kasus baru, DKI Jakarta 127, Jawa Tengah 115, Kalimantan Selatan 86, Sulawesi Selatan 84. Ada 17 provinsi yang melaporkan penambahan kasus di bawah 10. Dari jumlah itu ada 4 provinsi yang tidak melaporkan adanya penambahan kasus sama sekali yaitu Gorontalo, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.
“Hari ini ada 540 pasien sembuh sehingga total 16.243. Meninggal 45 total 2.276. Kita juga masih melakukan pemantauan kepada 42.714 ODP dan juga pengawasan ketat terhadap 13.279 PDP. Adapun jumlah daerah terdampak bertambah 1 sehingga ada 432 kabupaten kota terdampak di 34 provinsi,” tukas Dirjen P2P Kemenkes RI ini. (ije)
Data Kasus Positif COVID-19 di Indonesia 17 Juni 2020
- Aceh 37 kasus (+ 10)
- Bali 829 kasus (+ 47)
- Banten 1.309 kasus (+ 32)
- Bangka Belitung 147 kasus (+ 2)
- Bengkulu 105 kasus (+ 1)
- DI Yogyakarta 276 kasus (+ 3)
- DKI Jakarta 9.349 kasus (+ 127)
- Gorontalo 214 kasus (+ 0)
- Jambi 109 kasus (+ 1)
- Jawa Barat 2.703 kasus (+ 41)
- Jawa Tengah 2.346 kasus (+ 115)
- Jawa Timur 8.533 kasus (+ 225)
- Kalimantan Barat 282 kasus (+ 12)
- Kalimantan Timur 397 kasus (+ 5)
- Kalimantan Tengah 702 kasus (+ 45)
- Kalimantan Selatan 2.208 kasus (+ 86)
- Kalimantan Utara 171 kasus (+ 0)
- Kepulauan Riau 263 kasus (+ 9)
- Nusa Tenggara Barat 978 kasus (+ 21)
- Nusa Tenggara Timur 108 kasus (+ 0)
- Sumatra Selatan 1.541 kasus (+ 43)
- Sumatra Barat 691 kasus (+ 4)
- Sumatra Utara 970 kasus (+ 13)
- Sulawesi Selatan 3.200 kasus (+ 84)
- Sulawesi Utara 736 kasus (+ 35)
- Sulawesi Tenggara 292 kasus (+ 1)
- Sulawesi Tengah 172 kasus (+ 0)
- Sulawesi Barat 99 kasus (+ 1)
- Lampung 169 kasus (+ 3)
- Riau 128 kasus (+ 2)
- Maluku Utara 322 kasus (+ 7)
- Maluku 520 kasus (+ 24)
- Papua Barat 214 kasus (+ 2)
- Papua 1.311 kasus (+ 30)
















