PALEMBANG, fornews.co – Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto menerangkan, update penanganan COVID-19 hingga Rabu 1 Juli 2020 pukul 12.00 WIB terdapat 21.738 spesimen yang diperiksa. Sehingga total akumulatif spesimen yang diperiksa 825.636.
“Dari pemeriksaan ini kita dapatkan konfirmasi kasus positif sebanyak 1.385 orang sehingga total 57.770,” ujar Yuri pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (01/07).
Menurut Yuri, melihat sebaran penambahan kasus positif baru, ada lima provinsi yang melaporkan kenaikan kasus yang cukup signifikan yaitu DKI Jakarta 217, Jawa Timur 185, Jawa Tengah 173, Maluku Utara 147, Sulawesi Selatan 130.
Laporan lainnya, lanjut Yuri, dari 34 provinsi terdampak ada 16 provinsi yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10. Ada 5 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru sama sekali yaitu Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.
Adapun beberapa provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus positif baru hari ini di antaranya Bali 34 kasus baru dan 62 sembuh, Banten 10 kasus baru dan 21 sembuh, Kalimantan Timur 7 kasus baru dan 15 sembuh, Maluku 7 kasus baru dan 18 sembuh, Papua Barat 3 kasus baru dan 12 sembuh, Jambi tidak ada kasus baru dan 8 sembuh, Sulawesi Tengah tidak ada kasus baru dan 4 sembuh, Kalimantan Utara tidak ada kasus baru dan 2 sembuh, Gorontalo tidak ada kasus baru dan 3 sembuh.
“Untuk jumlah kasus sembuh bertambah 789 sehingga total menjadi 25.595. Sedangkan yang meninggal 58 sehingga akumulasinya 2.934,” terangnya.
“Saat ini ada 448 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Sementara kita masih melakukan pemantauan terhadap ODP sebanyak 45.192 dan pengawasan ketat kepada PDP sebanyak 13.296 orang,” imbuhnya.
Yuri menerangkan, dari kajian data satu minggu terakhir, untuk angka kesembuhan secara nasional adalah 43,2%. Angka ini lebih rendah dibandingkan angka kesembuhan global 54,23%. Namun kalau dilihat lebih rinci per provinsi, maka ada 18 provinsi yang memiliki persentase kesembuhan di atas angka rata-rata kesembuhan dunia. Bahkan 13 provinsi memiliki persentase kesembuhan di atas 70% yaitu, Sumatra Barat angka kesembuhannya 81,1%, Riau 73,5%, Bengkulu 71,2%, Lampung 79,3%, Bangka Belitung 86,8%, Kepulauan Riau 81,6%, DI Yogyakarta 85,3%, Kalimantan Barat 81,9%, Kalimantan Timur 73,7%, Kalimantan Utara 75,5%, Sulawesi Tengah 82,3%, Gorontalo 80,2%, Sulawesi Barat 72,8%.
“Kesembuhan ini bisa dicapai karena sejak dini kita bisa menemukan kasus COVID-19 terkonfirmasi (positif) dengan gejala ringan sedang yang segera dirawat di rumah sakit. Kapasitas rumah sakit melihat data yang sama tingkat hunian rumah sakit secara nasional 55,9% yang terpakai. Ada 21 provinsi yang tingkat hunian rumah sakitnya di bawah angka nasional dan ada 13 provinsi yang tingkat hunian rumah sakitnya di atas nasional. Bahkan hanya ada 5 provinsi yang tingkat huniannya di atas 75% yaitu Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Papua, dan Nusa Tenggara Barat,” paparnya. (ije)


















