PALEMBANG, fornews.co – Update COVID-19 secara nasional Kamis 2 Juli 2020 hingga pukul 12.00 WIB kembali mencatatkan rekor penambahan tertinggi sejauh ini.
Hari ini ada penambahan 1.624 kasus konfirmasi positif baru. Sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat ada beberapa penambahan kasus positif harian yang tercatat penambahan tertinggi sebelumnya, yaitu di tanggal 18 Juni 2020 (1.331 kasus), 27 Juni (1.385) dan 1 Juli (1.385).
“Hari ini ada 23.519 spesimen yang diperiksa sehingga total spesimen yang sudah diperiksa menjadi 849.155. Spesimen ini diperiksa dengan dua metode baik real time PCR dan TCM. Hasil positif terkonfirmasi hari ini 1.624 dengan total 59.394,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (02/07).
Menurut Yuri, melihat sebaran penambahan kasus positif baru angka tertinggi hari ini Jawa Timur 374, DKI Jakarta 190, Sulawesi Selatan 165, Jawa Tengah 153, Kalimantan Selatan 114.
Yuri mengatakan, ada beberapa hal menarik dari data kasus sembuh seperti Banten melaporkan 8 kasus baru dan 222 sembuh, Kalimantan Timur 6 kasus baru dan 14 sembuh, Riau 1 kasus baru dan 10 sembuh, Kalimantan Utara tidak melaporkan kasus baru dan 6 sembuh.
“Sehingga total kasus sembuh yang kita catat hari ini 1.072 orang sehingga akumulasi sembuh 26.667 orang,” katanya.
Yuri mengatakan, gambaran data ini menunjukkan kasus sembuh akan terus bertambah. Dari 34 provinsi terdampak ada 18 provinsi yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10. Bahkan ada 6 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru yaitu Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.
Disampaikan Yuri, melihat jumlah kasus positif yang terkonfirmasi dan dianalisa tingkat hunian rumah sakit bahwa tidak ada penambahan signifikan dari jumlah hunian rumah sakit. Sehingga tingkat rata-rata hunian rumah sakit masih bisa dipertahankan di kisaran 55,5%.
“Sementara itu ada juga penambahan kasus meninggal 53 orang sehingga total 2.987,” imbuhnya.
Saat ini ada 452 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Sementara orang yang dipantau sebanyak 40.778 dan pasien yang dalam pengawasan ketat 13.359 orang. (ije)


















