PALEMBANG, fornews.co – Update COVID-19 secara nasional Senin 29 Juni 2020 hingga pukul 12.00 WIB terdapat penurunan spesimen yang diperiksa dikarenakan adanya laboratorium yang libur.
“Hari ini ada 11.783 spesimen yang diperiksa sehingga total spesimen yang sudah diperiksa menjadi 782.383. Kita memaklumi di hari Sabtu dan Minggu kemarin ada 46 laboratorium yang tidak beroperasi karena memang libur hari kerja,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Senin (29/06).
Menurut Yuri, hasil positif terkonfirmasi hari ini 1.082 dengan total 55.092. Melihat sebaran penambahan kasus positif baru angka tertinggi hari ini Jawa Timur 297, Jawa Tengah 198, Sulawesi Selatan 188, DKI Jakarta 125, Kalimantan Tengah 47.
Dari 34 provinsi terdampak ada 21 provinsi yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10. Bahkan ada 13 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru yaitu Aceh, Bengkulu, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, Lampung, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.
Selain itu, lanjut Yuri, ada beberapa provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus positif baru, di antaranya Papua 3 kasus baru dan 105 sembuh, Sumatra Selatan 23 kasus baru dan 66 sembuh, Maluku 15 kasus baru dan 27 sembuh, Kepulauan Riau tidak melaporkan kasus baru dan 6 sembuh.
“Sehingga total kasus sembuh yang kita catat hari ini 864 orang sehingga akumulasi sembuh 23.800 orang,” terangnya.
Yuri menyampaikan, jika dikaji lebih dalam, data kasus sembuh COVID-19 rata-rata dunia adalah 54,15%. Untuk Indonesia masih di bawahnya yaitu 41,48%. Namun kalau mengacu pada rata-rata dunia, maka ada 18 provinsi yang angka sembuhnya di atas rata-rata angka sembuh dunia.
“Bahkan ada 5 provinsi dengan angka kesembuhan di atas 80% yaitu Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Gorontalo,” terangnya.
Menurut Yuri, kasus meninggal hari ini bertambah 51 orang sehingga total 2.805.
“Kalau didalami data angka persentase meninggal dari penyakit ini, di dunia tercatat 5,01%. Angka nasional kita ada di 5,15%. Ini lebih rendah dibandingkan Jepang yang mencapai 5,33%. Bahkan angka kematian di 23 provinsi di bawah angka rata-rata dunia,” katanya.
“Ini yang kemudian kita yakini bahwa optimisme kita kesembuhan pasien COVID-19 ini semakin baik,” imbuhnya.
Saat ini ada 448 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Sementara orang yang dipantau sebanyak 41.605 dan pasien yang dalam pengawasan ketat 13.335 orang. (ije)


















