
KAYUAGUNG-Tunggakan listrik pelanggan di Kabupaten OKI hingga Desember 2016 mencapai Rp6,5miliar. Kecamatan tertinggi yang menunggak listrik berada di Kecamatan Pangkalan Lampam, disusul Kecamatan Tulung Selapan.
“Minimnya kesadaran masyarakat dalam membayar listrik serta anjloknya harga karet yang berdampak pada pendapatan warga memicu keenganan pelanggan membayar tagihan listrik,” ucap Kepala PT PLN Persero Rayon Kayuagung, Raden Febrian Saktia Putra, Rabu (21/12).
Febrian mengatakan, adapun rincian tunggakan pelanggan per tanggal 20 Desember diantaranya, golongan masyarakat umum dengan jumlah tunggakannya mencapai Rp5,3miliar, TNI dan Polri Rp51 juta, instansi pemerintahan Rp6juta, pemerintah daerah Rp900juta, BUMN dan BUMD Rp84 juta.
Sejauh ini, pihaknya telah berupaya meminimalisir tingkat tunggakan para pelanggan baik dengan cara persuasif ataupun dilakukan sanksi berupa penyegelan. “Memang kesadaran masyarakat untuk membayar tagihan listrik masih sangat minim. Kami tidak tahu salahnya dimana. Kalaupun pelanggan merasa keberatan dengan tagihan yang mahal, tentu kami siap melakukan penghitungan ulang kalaupun ada kesalahan,”katanya.
Begitupun untuk instansi pemerintahan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke dinas-dinas yang menunggak bayaran listrik. “Semuanya sudah komitmen akan segera melunasi tunggakan tersebut sebelum akhir tahun dan Alhamdulillah pemerintah cepat menanggapi permasalahan ini,”terangnya.
Dia menjelaskan, untuk masyarakat ketahui bahwa tidak ada tambahan dana dalam tagihan PLN berapapun ditagih itulah yang dibayar. “Kami melakukan tagihan sesuai dengan pemakaian tidak ada tambahan dana sedikitpun. Jadi kami berharap kesadaran masyarakat untuk tidak menunggak tagihan PLN kalau tidak mau listriknya diputus,”jelasnya.(fian)
















