PALEMBANG, fornews.co – Ahmed Motas Monameb Abaou (36), turis asal Mesir, meringkus pencopet bis kota Maulana (25) warga Jalan Kemas Rindo, Lorong Pelita, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sabtu (26/08).
Informasi dihimpun, kejadiannya bermula ketika korban hendak pergi ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dengan menumpang bis kota jurusan Kertapati-Km12. Lalu, saat melintas di depan Internasional Plaza (IP), turis asing tersebut yang duduk di kursi bagian belakang ini dipepet pelaku bersama temannya yang lain berinisial DT (DPO).
DT langsung mengambil ponsel korban yang berada di dalam saku celananya serta keduanya turun dari bus tersebut. Korban yang menyadari ponselnya raib, juga ikut turun serta dan mengejar mengejar pelaku. Apes bagi Maulana, dirinnya berhasil ditangkap Ahmed, sedangkan temannya berhasil meloloskan diri sambil membawa ponsel Samsung milik korban.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya sudah mengamankan pelaku. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh petugasm. “Tersangka ini residivis kasus copet dan pernah dipenjara selama 1 tahun di Rutan Pakjo,” ujarnya.
Sementara itu, tersangka Maulana mengaku, sudah dua kali melakukan aksi copet dan pernah menjalani hukum di Rutan Pakjo selama satu tahun dengan kasus yang sama. Namun, ia berkilah bukan yang mengambil handphone korban melainkan temanya yang berhasil kabur. “Saya hanya memepet korban saja, dan setelah dapat HP kami turun. Saya tidak tahu kalau korban masih mengejar, teman saya sudah kabur,” katanya.
Ia mengatakan, nekat melakukan aksi pencopetan, dikarenakan tidak mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari lantaran dirinya tidak mempunyai pekerjaan. “Sudah dua kali ini pak, saya juga pernah tertangkap di Polsek Sukarami dengan kasus yang sama. Khilaf pak, saya ini tidak mempunyai pekerjaan pak, jadi mau saja melakukannya,” tukasnya. (bay)

















