PALEMBANG, fornews.co – Srivijaya Coffee Foundation, hadir untuk kampanyekan kopi di Sumatra Selatan (Sumsel), dengan melakukan roadshow ke sembilan kabupaten/kota penghasil kopi di Bumi Sriwijaya.
Kegiatan dengan tema “Srivijaya Coffee Exploration (SCE) 2019” ini digagas bersama Duta Kopi Indonesia Salama Sri Susanti. Mereka akan mengeksplorasi kawasan penghasil kopi di Sumsel, selama 10 hari ke depan dengan rute pertama meliputi: Muaraenim-Lahat-Pagaralam-Empat Lawang-Lubuklinggau-Musi Rawas (25-30 Maret 2019). Kemudian ke OKU Selatan-OKU Induk-OKU Timur (2-5 April 2019).
Ketua Pelaksana SCE 2019, Muna Su’ud mengatakan, kegiatan ke daerah-daerah penghasil kopi ini memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah memastikan persiapan para petani menjelang panen raya pada Mei-Juni mendatang.
“Selain melihat kesiapan petani di lapangan, kita juga ingin melihat dukungan pemerintah daerah kepada petani dalam proses jelang panen. Termasuk juga perkembangan kedai-kedai kopi di daerah yang mulai banyak bertumbuh ,” kata Muna usai rapat persiapan rombongan di Lord Café Palembang, Minggu (24/03) malam.
Muna menjelaskan, misi utama Srivijaya Coffee fokus pada empat hal yaitu peningkatan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan kredibilitas single origin kopi Sumsel. Terkait dengan kegiatan eksplorasi ini selain melihat langsung kebun kopi dan permasalahannya, juga ingin mengajak dan menyatukan semua elemen terkait kopi untuk sama-sama mengangkat dan mengembalikan nama besar kopi Sumsel, sebagai daerah dengan kebun kopi terluas di Indonesia.
“Kebun kopi di Sumatera Selatan, luasnya sekitar 250.000 hektar, namun hasil produksinya diambil dan dibawa ke luar. Ini saatnya kita bersama-sama membenahi permasalahan kopi dari hulu hingga hilir, dan membuat nama kopi Sumsel, besar di nasional dan internasional,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Asisten III Setda Provinsi Sumsel, Prof M Edwar Juliartha mengatakan, Gubernur Sumsel Herman Deru, mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Srivijaya Coffee Foundation ini. Ia berharap, rombongan SCE 2019 bisa optimal menjalankan visi dan misi sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa ditangkap semua stakeholder kopi di daerah-daerah.
“Bapak Gubernur Herman Deru sangat peduli dengan permasalahan kopi yang merupakan salah satu komoditi penting Sumsel. Beliau berharap misi rombongan SCE 2019 ini bisa sampai ke pihak-pihak terkait dan pemerintah daerah penghasil kopi nantinya bisa turut mempromosikan kopi daerahnya masing-masing bersama dengan pemerintah provinsi,” kata dia.
Duta Kopi Indonesia Salama Sri Susanti yang memimpin rombongan SCE 2019 mengatakan tujuan roadshow ini mensosialisasikan program duta kopi Indonesia ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumsel. Intinya, untuk mengajak semua pihak mencintai kopi terutama single origin daerahnya masing-masing.
Dalam perjalanan roadshow ini juga akan dilakukan pendekatan kepada unsur-unsur kopi di Sumatera Selatan seperti petani, indsutri kecil menengah (IKM), roastery, barista, dan kedai.
“Pendekatan ini untuk mensinergikan hulu hingga hilir komoditi kopi di Sumsel. Dari biji (bean) hingga cangkir (cup). Tujuan akhirnya adalah konsumsi kopi lokal yaitu kopi Sumsel meningkat,” kata dia. (ars)
















