YOGYAKARTA, fornews.co—Setelah tenaga pendidik di Kota Yogyakarta disuntik vaksin Covid-19, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah pada masa pandemi akan dilaksanakan.
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), akan melaksanakan KBM dengan catatan setiap sekolah sudah melewati verifikasi protokol kesehatan secara ketat.
Seorang kepala pelaksana harian Disdikpora di Yogyakarta meyakinkan kepada pemerintah pusat bahwa persiapan KMB di Yogyakarta telah mendekati sempurna sesuai dengan ketentuan dan protokol kesehatan.
“Guru dan tenaga pendidik di Kota Yogya sudah kami daftarkan untuk divaksin Covid-19. Jumlahnya sekitar 8.000 orang dan kini dalam proses vaksinasi,” ujar Kepala Pelaksana Harian Disdikpora Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, Kamis.
Pejabat Disdikpora itu memaparkan, adanya ketentuan mengatur jarak maka tiap kelas rombongan belajar akan dibagi dalam tiga kelas dengan dua sesi.
Misalnya, KMB tatap muka pada sekolah dasar (SD) dibagi kelas 1 sampai 6, maka dalam sepekan tiap siswa hanya masuk sehari.
Ini karena KMB tatap muka yang dilaksanakan menerapkan satu siswa maksimal mengikuti dua jam mata pelajaran dengan durasi sembilan puluh menit.
Selain itu juga ada pengaturan terhadap siswa mulai dari diantar hingga dijemput sekolah oleh orang tuanya.
Setiap sekolah juga diwajibkan memiliki sarana penerapan protokol kesehatan, misalnya wastafel dan sabun cuci tangan.
Meski persiapan telah menyesuaikan dengan peraturan surat keputusan bersama empat menteri, namun pihaknya mengaku belum melakukan penilaian terhadap sekolah yang bagus dan belum bagus.
Hal itu terlebih dahulu akan dibicarakan melalui rapat khusus dengan pihak terkait karena penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri.
“Ini menyangkut keselamatan di atas segalanya. Kami tidak bisa sendiri karena penanganan Covid-19 di Kota dan DIY dulu.”
Meski Disdikpora Kota Yogyakarta belum memutuskan waktu dan jenjang satuan pendidikan yang akan melaksanakan KBM tatap muka. Namun, pihaknya tetap mengacu arahan Gubernur DIY bahwa KBM tatap muka dimulai dari jenjang atas ke bawah.
“Misalnya, untuk jenjang siswa TK akan sulit diatur dibandingkan siswa SMP yang bisa memahami penjelasan guru dan orang tua seperti soal menjaga jarak,” jelas Pejabat Disdikpora itu.
Sekolah mana saja yang akan membuka KMB tatap muka, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan konsultasi dengan Wali Kota dan Wakilnya.
“Tentu kami mengacu ke Pemda DIY yang akan memulai dengan percontohan KBM tatap muka di beberapa sekolah,” tutup Kepala Pelaksana Harian Disdikpora Kota Yogyakarta, Dedi Budiono. (adam)

















