PALEMBANG, fornews.co – Sejumlah kepala sekolah di Sumsel menyatakan siap untuk membuat soal ujian sekolah (US) sendiri. Namun, para kepala sekolah masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai hal itu.
“Kalau kami siap-siap saja membuat soal ujian sekolah. Tapi kami harus mendapatkan dulu petunjuk mengenai standar dan prosedurnya,” kata Siti Mastiah, Kepala Madrasah Al Hidayah, kepada fornews.co Rabu (22/1).
Sebelumnya Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Abdul Mu’ti mengatakan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) diganti mulai 2020. “(Tahun) 2020 ini tidak ada lagi USBN dan karena itu, maka BSNP tidak menerbitkan POS USBN dan yang berlaku nanti adalah ujian sekolah,” kata Abdul Mu’ti di kantor BSNP, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (21/1) sebagaimana dirilis di laman BSNP.
Lebih lanjut, anggota BSNP Suyanto juga menegaskan USBN sudah ditiadakan. Dia mengatakan seluruh sekolah harus membuat soal ujian masing-masing.
“USBN sudah tidak ada karena begitu saya upload di Facebook saya, banyak yang bertanya ‘apa gantinya?’. Karena itu tolong ikut sosialisasikan bahwa sekolah itu harus bikin sendiri-sendiri gitu ya, karena USBN itu sudah nggak ada dan di daerah masih nunggu-nunggu. Nunggu-nunggu barang yang sudah tidak ada,” kata Suyanto.
BSNP mengeluarkan POS UN baru yang tertuang dalam Peraturan BSNP Nomor 0053/P/BSNP/I/2020. Menurut Abdul Mu’ti, POS UN yang baru tidak begitu memiliki perubahan yang signifikan.
“Ya saya kira sebenarnya perubahan yang mendasar itu lebih banyak terkait dengan perubahan nomenklatur di Kemendikbud. Kalau secara substantif penyelenggaraan ujian 2020 ini dengan POS yang baru tidak ada perubahan yang sangat mendasar dengan sebelumnya,” jelas Mu’ti, yang merupakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.
“Misalnya untuk moda ujian nasional tetap saja kita menggunakan seperti tahun sebelumnya UN berbasis komputer dan berbasis kertas dan pensil,” sambung dia. (ari)
















