YOGYAKARTA, fornews.co—Sebanyak 1.500 vaksin sinovac diprioritaskan bagi warga di sekitar Istana Kadipaten Pakualaman, menyasar anak-anak usia di atas 12 tahun, lansia dan disabilitas.
Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana vaksinasi massal Pakualaman Sehatkan Indonesia (Paksin), Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kuntonugroho, kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).
BPH Kusumo Kuntonugroho menyebut, selama tiga hari berturut-turut tanggal 3-5 Agustus 2021, vaksinasi akan dilakukan secara ketat dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Untuk menghindari kerumunan, vaksinasi massal dosis pertama dilakukan dalam tiga tahap.
“Targetnya 500 orang per hari,” ungkapnya.
Dengan pertimbangan luas area, kata BPH Kusumo Kuntonugroho, maka vaksinasi terhadap 500 orang per hari dinilai ideal untuk menghindari kerumunan.

Peserta vaksinasi dibagi dalam beberapa kelompok antrian. Setiap kelompok antrian harus menunggu selama 30 menit.
“Peserta dapat datang tepat waktu. Tidak boleh telat dan tidak boleh datang terlalu gasik (sebelum waktunya).”
Meski vaksinasi massal diprioritaskan bagi warga sekitar Istana Kadipaten Pakualaman, namun, vaksinasi juga dibuka untuk umum.
Bagi masyarakat umum yang hendak vaksinaksi tetapi belum mendapatkan nomor tiket daftar antrian dapat menyerahkan foto copy KTP, NIK, dan KK selama kuota masih tersedia.
Sebelum divaksin, peserta yang sudah mendaftar ulang akan dilakukan skrining dan pengecekan kesehatan.
“Masyarakat untuk tidak takut melakukan vaksinasi agar dapat saling melindungi satu dengan lainnya,” ujar Putra Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X.
Pihaknya mengimbau, walaupun sudah divaksin masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
BPH Kusumo Kuntonugroho berharap, vaksinasi massal Pakualaman Sehatkan Indonesia (Paksin) dapat mempercepat laju vaksinasi di Daerah Istimewa Yogakarta (DIY) pada umumnya di seluruh Indonesia. (adam)
















