KAYUAGUNG, fornews.co – Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, warga Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang memblokade akses masuk proyek tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) akhirnya membuka blokade.
Pada negosiasi dan koordinasi yang dilaksanakan di Kantor Desa Celikah, Kamis (14/12) sore, pihak subkontraktor dalam hal ini PT Srim meminta, agar warga dapat memberikan kelonggaran waktu kepada pihaknya untuk berkoordinasi dengan pimpinan yang lebih tinggi terkait tuntutan warga tersebut.
Dalam tuntutan tersebut, disebutkan terdapat tiga poin yang diinginkan masyarakat terkait ganti rugi lahan mereka. Di antaranya, lahan yang terkena sedimen diminta untuk diganti rugi sebesar Rp50.000 permeter, gagal tanam atau panen Rp75.000 permeter, dan Rp100.000 untuk lahan warga yang tidak bisa tanam karena terendam aliran sungai.
“Nanti akan kita coba koordinasi dan siap diganti khususnya masalah sedimen. Terkait masalah sawah yang gagal tanam dan panen, serta sawah yang terendam nanti akan kita lihat dan datangkan tim ahli dari Unsri,” kata perwakilan PT Srim, Kuncoro.
Bahkan menurutnya, pihaknya akan berusaha mendatangkan secepatnya para tim ahli tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga, yang lahannya terkena Alam Tarzan mengharapkan, agar masalah ganti rugi ini dapat segera selesai sehingga pembangunan proyek nasional ini bisa cepat selesai dan warga tidak merasa dirugikan dengan adanya pembangunan ini. (rif)

















