YOGYAKARTA, fornews—Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mlati Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir akan terjadi hingga tiga hari ke depan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
BMKG mengungkapkan terjadinya cuaca ekstrim adalah akibat berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) yang meningkatkan pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS).
Baca: Diguyur Hujan Berjam-jam Kali Winongo Longsor
Pola-pola tekanan tersebut menjadi indikasi penyebab adanya peningkatan aktifitas Monsun Asia sehingga terjadi penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.
Meningkatnya pola tekanan redah di BBS (Australia), lanjut BMKG, dapat membentuk pola pertemuan massa udara (konvergensi) dan belokan angin menjadi signifikan sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.
Baca: Waspadai Hujan Lebat Angin Kencang Disertai Petir di Yogyakarta
Berdasarkan model prediksi aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) dalam sepekan ini fase basah mulai aktif di wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.
Cuaca esktrim di DIY akan terjadi pada tanggal 5-8 Januari 2020. Mencermati kondisi dinamika atmosfer tersebut, BMKG juga keluarkan peringatkan dampak cuaca esktrim yang berpotensi terhadap banjir dan longsor di wilayah DIY. (adam)
instagram:
FORNEWS OFFICIAL
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















