PALEMBANG, fornews.co – Berbagai upaya untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel terus dilakukan, salah satunya upaya water bombing. Bahkan, dalam sepekan terakhir water bombing yang dilakukan di Sumsel telah menghabiskan 5,4 juta liter air.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, water bombing yang dilakukan di Sumsel yakni sebanyak 1.367 kali di berbagai daerah di Sumsel. Jumlah air yang telah digunakan sebanyak 5,4 juta liter air.
“Data tersebut tercatat dalam sepekan sejak 19 Agustus lalu,” katanya saat dihubungi, Senin (26/08).
Ansori menerangkan, water bombing paling banyak dilakukan di wilayah Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba). Mengingat, karhutla di wilayah tersebut sangat luas serta sulitnya akses menuju lokasi karhutla.
“Total karhutla yang terjadi di wilayah Muba ini mencapai ribuan hektare,” terangnya.
Saat ini, kata Ansori, titik panas mengalami penurunan. Tercatat titik panas yang terpantau di Sumsel hanya 22 titik. Apalagi, hujan mulai turun meskipun intensitasnya cukup rendah. Ia juga menambahkan, untuk nilai ISPU atau pencemaran udara di wilayah Sumsel masih berkisar 51-100.
“Artinya kondisi cuaca saat ini masih cukup baik,” tutupnya. (alu)

















