
PALEMBANG, fornews.co-Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Basuki menyayangkan cabang olahraga (cabor) renang pada Asian Games 2018, tidak tidak dikompetisikan di Jakabaring Sport City (JSC).
“Saya kagum perekembangan venuenya, karena ada standarnya dari OCA. Tapi, saya sayangkan akhirnya renang tidak berkompetisi di JSC. Jangan sampai ada pengurangan cabor lagi sehingga dibuat bimbang terus. Itu akan sangat berpengaruh, tidak hanya tuan rumah saja melainkan atletnya juga,” ujarnya, disela-sela kunjungan kerja (kunker) Komisi X DPR RI di Griya Agung, untuk masa reses persidangan IV tahun sidang 2016-2017, Selasa (02/05).
Terlepas dari itu, Yayuk mengapresiasi Gubernur Sumsel Alex Noerdin atas sumbangsihnya dalam memajukan Sumsel, serta membawa nama baik Indonesia melalui olahraga, karena Sumsel memiliki kawasan fasilitas olahraga yang lengkap dalam satu hamparan.
“Saya memberi apresiasi kepada gubernur (Alex Noerdin) yang sangat peduli akan olahraga. Saya optimistis, mudah-mudahan semua selesai tepat waktu. Ngeliatin paparan gubernur mengenai olahraga itu hidup di Sumsel, saya merasa jadi atlet lagi,” ungkapnya.
Mantan petenis nomor satu Indonesia itu menuturkan, atlet itu memang tidak bisa tinggal jauh-jauh dari venuenya, karena sistemnya multi event competetion. Melihat perkembangan Sumsel dengan memberi kenyamanan untuk Atlet patut diberikan apresiasi. “Karena sebelumnya tidak pernah ada dari bandara hingga ke JSC menggunakan LRT sejauh 24km,” tukasnya.
Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin memaparkan, saat ini pihaknya terus menyelesaikan pembangunan Light Rail Transit (LRT), tiga ruas jalan tol, lima rusunnawa, rumah sakit bertaraf internasional, penambahan kapasitas bandara, fly over, penambahan venue, enam apartemen 23 lantai, yang dikerjakan dalam waktu yang bersamaan untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Asian Games di Palembang.
Alex meneruskan, kedepan Indonesia akan ada dua pusat kegiatan olahraga Internasional yakni di Jakarta dan Sumsel. Untuk Sumsel sendiri mendapat tanggung jawab 11 cabor, delapan cabor olimpic dan tiga non olimpic. “Kami di Sumsel ini memang memelihara dengan sepenuh hati, perjuangan kami semata-mata ikhlas memanfaatkan fasilitas yang ada di Jakabaring, jadi tolong didukung. Untuk apa membangun fasilitas olahraga yang baru, sedangkan di Sumsel sudah ada dan berstandar internasional, jadi kalau mau fokus, fokuslah di Jakabaring,” terangnya.
“Saya tegaskan persiapan Sumsel jauh lebih baik dari Jakarta, jadi yang harus dikhawatirkan bukan Sumsel namun Jakarta, cari di seluruh dunia yang memberikan kenyamanan untuk atlet kecuali di Sumsel, kami mendahului Tokyo dua tahun lebih awal yang menggunakan hydrogen car pertama di dunia” tandasnya.(tul)
















