YOGYAKARTA, fornews.co—Sejumlah wisatawan dari luar kota harus balik kanan setelah pemeriksaan diketahui tidak membawa surat bebas Covid-19 selama libur panjang Hari Raya Imlek di Yogyakarta.
Selama libur panjang Hari Raya Imlek, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pemeriksaan surat keterangan negatif Covid-19 bagi wisatawan luar kota.
Wisatawan minimal wajib membawa surat keterangan rapid antigen, tes usap PCR, ataupun genose. Petugas gabungan Satpol PP, Polri dan TNI, secara acak melakukan pemeriksaan di setiap tempat wisata di Kota Yogyakarta.
“Hasilnya hampir di setiap tempat wisata ditemukan rombongan kecil yang datang tidak melengkapi diri dengan suarat bebas Covid-19,” ungkap Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Senin (15/2/2021).
Namun, lanjut Wakil Wali Kota Yogya, dalam pemeriksaan acak banyak warga yang sudah melengkapi diri dengan surat negatif antigen, PCR dan genose.
Pemeriksaan surat bebas Covid-19 menyasar tempat wisata Malioboro, Kawasan Tugu Yogya, Tamansari, Alun-alun Kidul, dan Kebun Binatang Gembira Loka.
Pemeriksaan surat bebas Covid-19 itu adalah tindak lanjut dari instruksi Wali Kota, Gubernur DIY dan Kementerian Dalam Negeri terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Pengurangan mobilitas sebagaimana dalam PPKM ini harus ditunjukkan dengan surat sehat dan negatif Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.
Selaku Ketua Harian Satgas Penangan Covid-19 di Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan pemeriksaan bebas Covid-19 itu termasuk aturan perjalanan antardaerah dari satgas nasional.
“Bahwa setiap orang yang melakukan perjalanan antardaerah wajib menunjukkan surat negatif hasil swab antigen, tes usap PCR, maupun genose.”
Terkait pemeriksaan itu, pihaknya memastikan bahwa warga dari asal manapun menerapkan dan mentaati protokol kesehatan Covid-19.
Meski rata-rata wisatawan membawa surat bebas Covid-19, namun dari hasil pemeriksaan secara acak sebanyak 17 wisatawan di Gembira Loka, Tamansari dan Malioboro, tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid-19. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Surabaya dan Jakarta. (adam)

















