PALEMBANG, fornews.co – Meski belum menunjukkan performa terbaiknya, namun penampilan bintang Sriwijaya FC Manuchekhr Dzhalilov mulai menarik perhatian publik sepak bola Tanah Air.
Baru diturunkan Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan di laga kedua Grup A Piala Presiden 2018, Dzhalilov berupaya kuat menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemain terbaik AFC Cup 2017. Pemain asal Tajikistan itu terus berlari membuka peluang dan mengeksekusi setiap peluang yang datang padanya.
Alhasil menit ke 6 penetrasinya di sisi kiri pertahanan PSM Makassar diakhiri dengan umpan mendatar ke tengah kotak penalti yang disambut sontekan Adam Alis yang berbuah gol perdana SFC. Tak cukup sampai disitu, beberapa peluang juga berhasil dicatatkan pemain bernomor punggung 63 itu. Namun penyelesaiannya yang terburu-buru mampu dipatahkan barisan pertahanan PSM terutama kiper Syaiful.
Tak patah arang, Dzhalilov terus melakukan tusukan ke jantung pertahanan PSM. Bahkan gol kedua SFC melalui penalti Makan Konate di menit 88, tak lepas dari peran Dzhalilov. Sebab wasit Yeri Krisdianto menunjuk titik 12 pas setelah Dzhalilov dijatuhkan bek PSM Irfan Jamil.
Bahkan seolah ingin menegaskan peran sentralnya di lapangan, Dzhalilov memperbesar keunggulan SFC menjadi 3-0 setelah golnya hadir di menit 90+3. Gol yang dicetak Dzhalilov pun terbilang cantik. Lepas dari perhatian pemain PSM, Dzhalilov menyambut sepak pojok dari Alfin Tuasalamony dengan sontekan kaki kanan sambil melompat.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengapresiasi performa penyerangnya itu. Meski demikian RD mengatakan, Dzhalilov masih butuh waktu adaptasi dengan iklim sepak bola Indonesia khususnya dengan gaya bermain rekan-rekannya.
“Setelah pulang dari Kuala Lumpur guna mengurus Visa, saya melihat memang ada penurunan permainan dari Dzhalilov. Pada laga kemarin pun dia bermain di bawah kemampuan terbaiknyam Saya bisa katakan itu karena saat pertama datang ke Palembang dia bisa memperlihatkan skill jauh lebih baik. Memang tidak mudah untuknya karena baru pertama kali datang ke Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar RD.
Pelatih 51 tahun ini optimistis kalau Dzhalilov akan segera beradaptasi dengan kultur sepak bola di Tanah Air dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Ini proses yang wajar, karena itu saya akan terus memberinya kesempatan agar segera kembali ke performa idealnya,” harapnya. (ije)

















