BATURAJA, fornews.co – Penutupan jalan Dr M Hatta didepan RSUD Ibnu Sutowo hari ini Senin (22/01) mulai dilaksanakan. Penutupan dilakukan terkait adanya pembangunan gedung baru rumah sakit milik daerah tersebut.
Pantauan di lapangan, masih banyak kendaraan baik itu roda empat-lima roda dua yang masih belum mengetahui penutupan jalan tersebut. Terlihat masih ada mobil yang melintas dari simpang empat Ramayana menuju ke arah RSUD Ibnu Sutowo.
Tidak hanya itu, kemacetan terlihat lebih parah ketika anak-anak SDN 11, SDN 1 dan SDN 3 pulang. Hal tersebut diperparah dengan nasabah Bank Mandiri, Bank Mega dan BPR yang memarkirkannya di sebagian jalan.
Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari melalui Kasatlantas AKP Candra Kirana Putra mengatakan, pihaknya saat ini masih memantau contra flow di sepanjang jalur one way (satu arah) dari arah jembatan Ogan I hingga simpang tiga RM siang malam.
Untuk kemacetan sendiri sudah terlihat di sepanjang jalan A Yani, saat orang tua siswa mengantar anaknya sekolah. Diakui Candra, pihaknya masih terkendala dengan kantong-kantong parkir yang tidak pada tempatnya.
“Seharusnya pihak terkait dan Bank harus mencari solusi terkait kantong parkir tersebut, karena walau diterapkan satu arah tetap saja akan ada titik fokus kemacetan di depan kantor perbankan tersebut. Atau pihak bank menyewa satu lokasi seperti Ramayana, untuk lahan parkirnya sehingga tidak ada lagi nasabah yang parkir di depan bank walau hanya mengambil uang sebentar,” kata cankir.
Kasat lantas menegaskan, jika untuk proses contra flow yang dilaksanakan tenggat waktu 7-10 hari tersebut tidak ada penilangan, namun jika habis masa uji coba contra flow masih ada yang melanggar pasti akan dilakukan penindakan.
“Sementara ini kita tidak melakukan penilangan. Namun, jika imbauan dan rambu-rambu telah terpasang selama satu minggu lebih, warga tersebut bukan lagi tidak mengetahui tapi jelas ada kesengajaan untuk melakukan pelanggaran. Pastinya akan kita tindak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan OKU, Aminelson saat dibincangi mengatakan, jika pihaknya belum mengetahui dampak dari contra flow akibat pembangunan RSUD Ibnu Sutowo. Menurutnya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah dampak kemacetan akan bertambah atau berkurang.
“Hari perdana ini kita belum bisa membuat kesimpulan kalaupun ada kemacetan Itu bakal kita evaluasi. Yang jelas target kita 3 hari untuk melihat keadaan contra flow apakah berhasil atau tidak, kemudian kita akan laporkan ke Bupati terlebih dahulu, karena pertimbangannya ada di tangan beliau,” kata Aminelson.
Terkait kemacetan di Jalan A Yani akibat parkir liar nasabah bank, Aminelson mengatakan dirinya tidak bisa berbuat banyak. “Surat imbauan sudah, plank rambu-rambu dilarang parkir sudah, bahkan sekarang patah. Termasuk penindakan juga sudah, namun masih saja para nasabah bank parkir di sebagian jalan, bahkan tidak ada teguran dari pihak bank itu sendiri,” tukasnya. (gus)

















