PALEMBANG, Fornews.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat sebanyak 2.799 jiwa di Sumsel terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2019 lalu. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2018 lalu yang hanya 2.469 jiwa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Fery Yanuar mengakui jika penderita DBD selama tahun 2019 mengalami peningkatan yakni sebanyak 330 jiwa. Dari sebelumnya 2.469 jiwa di tahun 2018 menjadi 2.799 jiwa di tahun 2019.
Untuk rinciannya Kota Palembang sebanyak 667 kasus, OKU Timur sebanyak 293 kasus, Banyuasin sebanyak 235 kasus, Muara Enim sebanyak 229 kasus, Prabumulih sebanyak 170 kasus, Musi Banyuasin sebanyak 169 kasus, PALI sebanyak 166 kasus, Pagar Alam sebanyak 149 kasus.
Kemudian, Lubuk Linggau sebanyak 139 kasus, Ogan Ilir sebanyak 130 kasus, Lahat sebanyak 95 kasus, Musi Rawas sebanyak 86 orang, OKU Selatan sebanyak 86 kasus, Empat Lawang sebanyak 58 kasus, OKI sebanyak 55 kasus, Musi Rawas Utara sebanyak 48 kasus, dan OKU sebanyak 24 kasus.
“Kasus DBD itu yang paling rentan menyerang anak-anak berusia 5-14 tahun, dewasa berusia 15-44 tahun, dan sisanya itu balita dan orang tua,” katanya, Jumat (14/02).
Dari jumlah ini, 16 jiwa meninggal dunia. Namun, dirinya tidak mendetailkan secara rinci daerah tersebut. Namun, ia mengaku jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 26 jiwa meninggal dunia akibat DBD.
Karena itu, dimusim hujan ini dirinya mengingatkan untuk rajin menjaga kondisi lingkungan agar selalu bersih karena penyebaran DBD terjadi saat musim hujan.
“Kami juga akan terus melakukan sosialisasi untuk mencegah penyebaran DBD ini,” tutupnya. (lim)
















