
PALEMBANG,fornews.co-Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan sedikitnya ada 400 hektar dari 11 titik lahan gambut yang bakal direstorasi. Bantuan datang dari berbagai negara antara lain Inggris, Norwegia, Belanda dan Jerman.
“736.000 hektar lebih yang rusak di tahun 2016 itu harus direstorasi dan direhablitasi. Dan tidak mungkin menggunakan dana APBD juga APBN oleh sebabnya Sumsel minta kepada pihak ketiga. Didukung oleh Inggris, Norwegia, Belanda, Jerman Badan Restorasi Gambut, mendapat 11 titik berkisar 400 ribu hektar lahan untuk direstorasi dan direhablitasi,” tutup Alex dalam rapat koordinasi tentang pencegahan dan penanganan Karhutla di Griya Agung, Jumat (28/4).
Alex menambahkan Sumsel akan menjadi tuan rumah Asia Pacific High Level Meeting Bonn Chalengge Landscape Restoration yang mendatangakan 45 negara, pada tanggal 9-10 Mei 2017 mendatang.
Kegiatan Asian Bonn Challenge ditujukan untuk melihat sejauh mana perkembangan pemulihan hutan dan lahan gambut yang ada di Sumsel. Konsep kemitraan pengelolaan bentang alam/ekoregion (KPE). Juga upaya menjalin kemitraan multi aktor P4 (Public private people partnership) dan mengelola berbagai aktivitas dalam suatu bentang alam, secara terpadu, lintas sektor (kehutanan, perkebunan, pertanian) dan lintas wilayah administratif (Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, Pulau/region) dalam kerangka green growth (protection dan production).
“Tujuannya untuk melestarikan lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,”katanya. (cong)

















