PALEMBANG,fornews.co-Dua spesialis jambret TP (16) dan MR (17) mengaku selain membuntuti korban lalu memepet dan mengeksekusinya di jalan yang sepi. Hal itu terungkap dari pengakuan mereka di hadapan Sat Intelkam Polresta Palembang, Kamis (27/4)malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Yolanda (19) dan Crismonika (19) sedang mengendarai motor dan saat di kejadian perkara tepatnya di depan Sekolah Menegah Pertama (SMP) Adabiyah, kendaraan korban dipepet oleh kedua tersangka yang saat itu mengendari sepeda motor Yamaha MX King tanpa nomor polisi.Lalu,tersangka TP yang saat itu dibonceng langsung merampas tas yang tengah disandang korban Yolanda.
Menyadari rekannya sudah menjadi korban penjambretan, Crismonika langsung memacu kendaraannya dengan maksud mengejar para tersangka. Sementara Yolanda yang tengah dibonceng berteriak minta tolong.
Petugas Intelkam yang kebetulan sedang melakukan mobile hunting di lokasi kejadian juga turut melakukan pengejaran terhadap tersangka.Tak ayal, aksi kejar-kejaran pun terjadi sebelum akhirnya kedua tersangka dapat ditangkap di Jalan Betet, tepatnya di depan Universitas IBA setelah terjatuh lantaran tak dapat mengendalikan laju kendaraannya.
“Saat patroli, kita mendengar teriakan korban. Saat itu kita langsung melakukan pengejaran. Tersangka berhasil kita amankan setelah terjatuh dari motornya. Keduanya juga sempat dihakimi massa,”ujar Kasubnit Satuan Intelkam Polresta Palembang, Aipda Aviv Sancoko.
Lanjut Aviv, modus tersangka yakni terlebih dahulu membuntuti kendaraan korban. Saat situasi dirasa aman, kedua tersangka langsung melancarkan aksinya.”Mereka diduga spesialis penjambretan yang sudah beberapa kali melakukan aksinya di tempat berbeda.Barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan tersangka saat beraksi, setra tas merk Goldfish dan Ipad merk Apple dengan total mencapai Rp10 juta milik korban,”ujarnya.
Sementara itu, TP mengaku,sudah dua kali melakukan aksi jambret dilokasi yang sama dan mendapat ponsel Nokia dan sudah dijual kepada Y, pedagang ponsel bekas di kawasan Megaria seharga Rp200 ribu.
“MR, joki saya yang menarik tas korban. Terpaksa jadi jambret karena tidak punya uang. Saya di Palembang tinggal di rumah nenek dekat rumah MR.Uangnya dipakai buat foya-foya dan beli miras,”katanya.(bay)

















