PALEMBANG, fornews.co-Atmosfer kontestasi Pilkada Palembang 2018 masih terus mencair. Ini terpantau dari fluktuatifnya elektabilitas dari para Bakal Calon Wali Kota (Balon wako).
Lihat saja, hasil temuan survei dari Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) pada akhir Oktober di Palembang, ada kenaikkan yang cukup signifikan dari M Akbar Alfaro khususnya dari elektoral pemilih pemula. Tarikan elektoral yang disedot Akbar Alfaro cukup besar dibandingkan calon-calon lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi saat Lury Elsa Alex Noerdin menyatakan batal maju sebagai bakal calon walikota Palembang.
Direktur Eksekutif LKPI, Arianto, ST mengatakan, survei yang dilakukan pada akhir Agustus, pilihan yang diberikan para pemilih pemula pada Akbar Alvaro sebenarnya masih rendah atau hanya 3,9%, sedangkan Lury Elza Alex Noerdin berada diangka 9,9%. Namun, saat survei dilakukan pada akhir Oktober, ketika Lury Elsa memastikan batal mencalonkan diri, pemilih pemula yang sebelumnya milik suara Lury, beralih ke Abar Alfaro. Dilihat dari persepsi pemilih pemula, Akbar bisa mengantikan Lury. “Pemilih pemula Akbar Alfaro pada survei akhir Oktober menjadi 15,6%. Artinya Lebih dari 70% pemilih pemula milik Lury beralih ke Akbar Alfaro. Sementara 30% dari angka tersebut ke Harnojoyo, Sarimuda,” katanya.
Arianto menerangkan, keberhasilan Akbar menarik pemilih pemula, juga terdeteksi dari gerakannya yang gencar. Mulai dari musik rakyat, Gerakan Peduli Sesama (GPS), serangan udara (televisi, radio) yang akhir-akhir ini cukup massive dan serangan darat (sosialisasi tatap muka) yang tepat dan terukur. Program-program yang ditawarkan Akbar cukup menarik perhatian dan disenangi pemilih pemula. Tawaran pembukaan lapangan kerja dan UMKM juga cukup mendongkrak kenaikkan elektabilitas pemilih pemula bagi ketua HIPMI Sumsel ini.
Kemudian, pada tingkat segmen demografi pendidikan, pemilih Akbar Alfaro juga terlihat cukup baik. Golongan berpendidikan SMA dan masih kuliah serta tamat S-1 cukup besar menyumbang kenaikkan elektabilitas. Responden yang tamat SMA menjatuhkan pilihannya 7,8% dan masih kuliah 1,8%. Ditingkat gender, Akbar banyak dipilih kaum perempuan dengan alasan karena ganteng.
Tentang elektabilitas, Arianto memaparkan, dari survei yang mengggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan melibatkan 420 responden dan marjin of error +/-5%, Akbar berada di urutan ketiga, di atas Mularis Djahri. Urutan pertama masih ditempati Harnojoyo dan diikuti dengan Sarimuda.
“Akbar Alfaro dan Mularis Djahri sama-sama berada di urutan tiga besar. Selisih elektabilitasnya sangat kecil. Namun, yang harus diingat, pemilih pemula di Kota Palembang pada Pilkada 27 Juni 2018 cukup besar. Tentu hal ini harus menjadi perhatian besar bagi calon-calon yang akan maju, entah itu dari partai politik maupun dari non partai politik (perorangan). Sumbangan suara dari pemilih pemula ini cukup signifikan, dan menentukan bagi calon-calon yang akan bertarung di Pilkada Kota Palembang,” tandasnya. (tul)
















