
JAKARTA, fornews.co- Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba memanfaatkan momen rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan menyampaikan beberapa hal prioritas untuk pembangunan di provinsi yang dipimpinnya.
“Pertama kali adalah infrastruktur jalan dekat Halmahera, yang menyentuh enam kabupaten/kota, yang sampai hari ini belum selesai,” ungkapnya, kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Maluku Utara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/02) siang.
Abdul Ghani melanjutkan, bahwa pentingnya pembangunan infrastruktur tersebut, karena dapat menghubungkan antar pulau di Maluku Utara. Khususnya di pulau-pulau besar seperti Pulau Obi, Pulau Mororai, Pulau Bacan, dan sebagainya.
“Ada 805 pulau, untuk 82 pulau ada penghubungnya, sedangkan 700 pulau lebih belum ada penghubungnya. Ini memerlukan pembangunan konektivitas, harus dibangun infrastruktur jalan, jembatan, kemudian antar pulau itu fery. Ini yang harus dibangun,” ujarnya.
Kemudian, urai Ghani, pembangunan pelabuhan dan bandara juga membutuhkan penanganan pusat. Dia mencontohkan Pelabuhan Sofifi Kota Baru, dan tiga bandara di Maluku Utara, antara lain bandara di Morotai, Bandara Kuabang Kao, dan Bandara Oesman Sadik di Labuha. “Kalau dibangun bisa diekspor tuna ke mancanegara, utamanya di pulau yang dekat,” urainya.
Ghani menambahkan, meski bandara tersebut sudah dibangun, namun baru bisa menampung pesawat kecil. Hanya saja, untuk detail kalkulasi dana yang dibutuhkan belum dibahas dalam ratas kali ini. “Kami serahkan ke Kementerian untuk melihat berapa hitungannya pembangunan ini,” tandasnya.(tul/seskab.go.id)

















