PALEMBANG, fornews.co – Dua legiun asing anyar Sriwijaya FC (SFC) asal Mali, Makan Konate dan Mahamadou Ndiaye, langsung merasakan rumput Stadion Madya Bumi Sriwijaya, sesaat tiba di Palembang, Jumat (08/12).
Doucoure Mahamadou, Agen Konate-Ndiaye mengatakan, keduanya tiba di Palembang berselang satu hari. Makan Konate tiba tanggal 6 Desember, sedangkan Mahamadou Ndiaye, 7 Desember dan langsung ikut latihan. “Saya membawa dua pemain ke SFC, karena saya dan manajemen SFC sudah punya hubungan lama. Mereka (manajemen SFC) butuh pemain seperti Konate dan Ndiaye,” katanya kepada pers saat melihat latihan SFC.
Pria bertubuh tambun itu menuturkan, sejauh ini kondisi Konate sudah pulih dari cederanya setelah melakukan operasi di Malaysia dan menjalani recovery sekitar 6 bulan lebih di Malaysia dan 3 bulan di Mali. “Kalau dihitung hingga hari ini, sudah hampir 1 tahun pasca operasi itu. Alhamdulillah sekarang dia sudah pulih 100% dan siap gabung SFC,” ungkap agen pemain dari World Foot Enter Connection itu.
Bergabungnya dua pemain asal Mali ini ke SFC, menurut sang agen, lantaran tim berjuluk Laskar Wong Kito memiliki target dengan ambisi menjuarai liga. “Ambisi juara yang menjadi target manajemen SFC itu membuat mereka tertarik mau ke SFC. (Mahamadou) Ndiaye paling senang kalau ada tim yang punya target juara di liga. Makanya dia mau gabung SFC. Ndiaye itu setiap gabung tim, suka juara. Dia pernah juara di Piala Portugal,” ungkapnya.
Sebenarnya, kata sang agen, dua pemain bawaannya ini juga diminati klub lain. Terutama Makan Konate yang masih diminati oleh klub Liga 1 Indonesia. “Ada 4 klub di Indonesia yang mau ngajak gabung Konate. Salah satunya Persib. Tapi SFC lebih agresif, bicara harga, deal. Dan akhirnya Konate mengatakan siap bela SFC 100 persen,” ujarnya.
Saat ditanya soal nilai dan durasi kontrak kedua pemain, Mahamadou memilih diam dan mengarahkan kepada manajemen. “Kalau kontrak mungkin minimum 1 tahun. Kalau lebih baik tanya manajemen, biar jelas,” tandasnya.
Sekadar informasi, Mahamadou adalah pemain Timnas Mali sebagai bek tengah, berusia 27 tahun. Bergabung di SFC adalah untuk pertama kalinya Ndiaye merumput di liga Indonesia setelah sebelumnya bermain untuk ESTAC Royes, klub peserta liga 1 Prancis, (bas)
















