PALEMBANG, Fornews.co – Kepala Kantor Staf Kepresidenen, Moeldoko meminta setiap Rumah Sakit (RS) untuk bersikap jujur mengenai data kematian pasien di saat pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Moeldoko usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantornya, Senin (01/10).
Menanggapi hal tersebut, Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono mengatakan wajar jika Moeldoko menyentil permasalahan kematian COVID-19 mengingat permasalahan COVID-19 ini terutama soal sakit dan mati belum bisa didefinisikan dengan gamblang.
“Saat ini para ahli terus berusaha dan terus dihadapi setiap harinya,” katanya, Sabtu (03/10).
Ia menjelaskan, RS dan dokter pun belum mempunyai patokan yang benar, pas atau fit tentang sakit dan kematian berkaitan dengan COVID-19 ini, karena berbeda dengan pandemi sebelumnya seperti flu burung, dan SARS. Dimana, yang sakit dan mati dapat diketahui dengan jelas.
Diterangkannya, tingkat virulensi atau keganasan pandemi sebelumnya cukup tinggi rata-rata 20 hingga 50 persen dari yang kena akan mati dan kematian pun dapat dihubungkan langsung dengan pandeminya.
COVID-19 sendiri rata-rata kematian hanya 2 hingga 4 persen. Karena itu tidak bisa dihubungkan langsung karena COVID-19. “Saat ini sebagian besar yang kena COVID-19 juga tidak jatuh sakit beda dengan pandemi sebelumnya, yang mana semua terinfeksi akan sakit,” terangnya.
Meskipun begitu, ia mengaku pandemi COVID-19 ini merupakan wabah glolbal yang artinya semua orang beresiko terinfeksi. Karena itu, diharapkan untuk selalu sadar dan bersikap waspada serta menjalankan protokol kesehatan.
Ditengah keterbatasan saat ini, ia juga berharap agar perwakilan pemerintah, dokter, ilmuwan, dan RS untuk berkumpul dan menyepakati hal-hal yang berhubungan dengan COVID-19 termasuk soal sakit, mati, vaksin, protokol kesehatan.
“Saya berharap semua ini dapat segera terwujud,” harapnya. (ads/lim)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















