
PALEMBANG, fornews.co – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai, jika Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) merupakan garda terdepan untuk menjaga kebebasan pers di negeri ini. Banyak tokoh pers Indonesia lahir dari LPM.
“Jadi sangat penting kiranya bagi teman-teman LPM khususnya di Kota Palembang, menjadi jurnalis kampus yang cerdas dan beretika,” ujar Agus Rakasiwi (Divisi Serikat Pekerja AJI Pusat) pada Pelatihan Jurnalis Muda (Penamu) AJI Palembang 2017, di Aula Pasca Unsri Palembang, Sabtu (25/03).
Dalam materi yang disampaikan, bahwa sebagai jurnalis tidak membuat berita hanya bersumber dari media sosial (medsos), atau informasi masyarakat yang belum diketahui kebenarannya. “Kalau kita mendapat informasi, sebelum ditulis dalam sebuah karya jurnalis harus dianalisa dan diverifikasi, sehingga ketika sudah menjadi karya jurnalis memang bisa dipertanggung jawabkan dan bukan berita bohong (hoax),” jelasnya.
Apalagi lanjut Gusrak (sapaan akrab Agus Rakasiswi), kemajuan teknologi sekarang, banyak sekali informasi yang disebarkan oleh masyarakat melalui medsos. Ironisnya sambung Gusrak, justru informasi tersebut oleh sejumlah media massa menjadi sumber berita bahkan dijadikan headline, tanpa menginvestigasi dan memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
“Karenanya, diharapkan melalui kegiatan yang diselenggarakan AJI Palembang, ini membuka pengetahuan bagi kita semua dalam menjalankan kerja jurnalistik. Termasuk juga bagi LPM,” harapnya.
Lanjut dia, menjadi jurnalis yang cerdas beretika merupakan suatu keharusan dalam menjalani profesi sebagai pekerja pers. Selain mematuhi etika dan undang-undang pers, jurnalis yang cerdas beretika harus mengedepankan kroscek data dan konfirmasi kebenaran setiap informasi yang didapatkan kepada orang ataupun lembaga terkait.
“Sebaiknya yang ditulis itu bukan hanya sekedar acara dan informasi dari rilis saja, tetapi jurnalis harus mengatahui kejadian yang sebenarnya di lapangan akan fakta sesuatu peristiwa tertentu, sehingga jurnalis mengatahui fakta yang sesungguhnya,” imbuhnya.
Pada kegiatan pelatihan jurnalis yang bertemakan “Jurnalis Muda Cerdas dan Beretika” melibatkan seluruh LPM dari berbagai perguruan tinggi (PT) di Palembang, termasuk mahasiswa lainnya dan juga jurnalis muda pada umumnya.
Ketua AJI Palembang, Ibrahim Arsyad menyampaikan, untuk memberikan pemahaman baik dari tata bahasa, etika jurnalistik, dan aturan serta perkembangan pers hari ini, dihadirkn pembicara yang memang berkompeten yakni Lini Oktofiani (Balai Bahasa Sumsel), Hendri CH Bangun (anggota Dewan Pers), Dr Arif Ardiansyah (akademisi), dan Agus Rakasiwi (AJI Pusat).
“Kami (AJI Palembang) berharap, kegiatan ini dapat bermanfaatkan bagi kawan-kawan jurnalis dan LPM yang ikut pelatihan dan dapat menerapkan dalam kegiatan atau kerja jurnalistiknya,” katanya.
Masih kata dia, kegiatan pembinaan jurnalis muda merupakan salah atau rangakaian program yang dimiliki oleh AJI Palembang, yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Baim (biasa disapa) juga berharap, adanya pembekalan yang diberikan kepada jurnalis muda tersebut bisa menjadi awal munculnya jurnalis cerdas beretika.
“Perkembangan zaman juga menuntut kompetensi para jurnalis untuk terus ditingkatkan, tujuannya agar berita yang disajikan benar-benar real dsn sesuai fakta di lapangan. Keguatan seperti ini sebagai bentuk kepedualan AJI Palembang terhadap jurnalis generasi selanjutnya,” tandasnya. (tul)
















