LONDON, fornews.co — Pemerintah Indonesia mempercepat proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya tarik investasi asing ke Tanah Air.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam forum KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable di kantor Boston Consulting Group (BCG) London, Senin, 19 Januari.
Forum itu mempertemukan pemerintah, KADIN, Pemerintah Inggris, dan pelaku usaha global untuk membahas peluang investasi Indonesia seiring aksesi OECD.
Menurut Airlangga, penyelarasan kebijakan Indonesia dengan standar OECD akan meningkatkan kepastian hukum, kualitas regulasi, serta kepercayaan investor internasional.
“Standar OECD memperkuat tata kelola dan membuat iklim usaha Indonesia semakin kompetitif di mata investor global,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan arus modal asing penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menilai kemitraan strategis Indonesia–Inggris membuka peluang kolaborasi investasi yang lebih luas.
Sementara Ketua Umum KADIN, Anindya N. Bakrie, menegaskan sektor swasta siap mendukung reformasi iklim investasi agar lebih ramah bagi investor.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa banyak negara mengalami lonjakan foreign direct investment (FDI) setelah menjadi anggota OECD karena dinilai memiliki standar kebijakan yang kredibel.
Melalui aksesi OECD, Indonesia menargetkan peningkatan kepercayaan pasar global sekaligus percepatan arus investasi asing yang berkelanjutan.

















