JAKARTA, fornews.co — Liburan ke Indonesia kini tak lagi cuma soal pantai atau kota populer. Pemerintah ingin menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih personal, nyaman, dan berkelas.
Gagasan itu disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat bertemu dengan Harvard Indonesian Student Association (HISA) di Jakarta, Selasa, 20 Januari.
Dalam forum bertajuk “Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future”, Menpar Widiyanti mengajak generasi muda melihat pariwisata sebagai bagian dari gaya hidup.

Menurutnya, Indonesia punya “modal” luar biasa lebih dari 17 ribu pulau, ribuan desa wisata, hingga kekayaan budaya yang diakui dunia.
“Sekarang wisata bukan cuma datang dan foto, tapi menikmati, tinggal, dan terhubung dengan cerita lokal,” kata Widiyanti.
Turut mendampingi Menteri Pariwisata dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham.
Saat ini ada lebih dari 6.100 desa wisata di Indonesia. Lima di antaranya bahkan masuk daftar desa wisata terbaik dunia versi UN Tourism.
Belum lagi 12 UNESCO Global Geopark, 10 situs warisan dunia, dan 16 warisan budaya takbenda yang membuat perjalanan di Indonesia selalu punya cerita baru.
Arah pengembangan pariwisata pun ikut berubah. Pemerintah mendorong wisata yang ramah lingkungan, memberdayakan warga lokal, sekaligus mengikuti gaya hidup wisatawan modern.
Bahkan dari kuliner, wellness, bahari, hingga seni, desain, dan tekstil, semuanya dikemas agar pengalaman liburan terasa lebih personal dan berkelas.
Transformasi digital juga ikut berperan lewat konsep Tourism 5.0. Teknologi dimanfaatkan untuk memudahkan wisatawan merencanakan perjalanan.
Tidak hanya itu saja. Wisatawan juga dapat menemukan pengalaman unik hingga menikmati layanan yang lebih praktis.
Hasilnya mulai terlihat. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara diproyeksikan menembus 15,34 juta dengan rata-rata belanja 1.259 dolar AS per kunjungan.
Artinya, wisatawan datang bukan hanya lebih banyak, tapi juga lebih “betah” dan menikmati lebih banyak hal di Indonesia.
Meski begitu, Widiyanti mengingatkan pentingnya menjaga kenyamanan destinasi.
Kebersihan, pengelolaan sampah, hingga pengaturan keramaian terus diperbaiki agar liburan tetap menyenangkan dan berkelanjutan.
“Kita ingin wisata yang bikin orang jatuh cinta pada Indonesia, bukan sebatas mampir lalu pulang,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Menpar Widiyanti mengajak generasi muda ikut mempromosikan wajah baru pariwisata Tanah Air yang lebih hangat, kreatif, dan penuh pengalaman.
“Pariwisata adalah cerita tentang siapa kita. Dan cerita itu layak dibagikan ke dunia,” tutupnya.
















