PALEMBANG, fornews.co – Sempat bersitegang akibat pemberitaan di manaberita.com yang merugikan kliennya, akhirnya pengacara dan kliennya Tania dengan redaksi manaberita.com bersepakat damai.
Sebelumnya, manaberita.com memberitakan Tania yang diduga menjadi pelakor (perebut laki orang) berdasarkan postingan di Instagram dengan judul berita “Tidak Tahu Malu! Pembantu Ini Rebut Suami Majikan dan Ingin Balik Menjadikannya Babu”. Dalam postingan tersebut menyebutkan bahwa Tania merupakan pembantu rumah tangga yang berhasil memikat majikannya. Merasa pemberitaan manaberita.com tidak sesuai fakta dan merugikan kliennya, Marion dan Heri Iskandar selaku pengacara mensomasi dan meminta klarifikasi pemberitaan tersebut.
“Dalam pemberitaan manaberita.com, Tania klien kami diindikasikan sebagai babu yang merebut suami majikannya. Kami keberatan dengan berita manaberita.com. Keberatan kami pun direspons dengan baik dan timbul dialog untuk penyelesaian masalah ini. Kami datang langsung dari Aceh untuk mendengar langsung bantahan, koreksi atau apapun sebagai niat baik manaberita.com. Sebab berita ini sudah viral. Berita ini mendiskreditkan klien kami. Kami keberatan tapi tetap mengedepankan musyawarah mufakat,” ujar Marion pada konferensi pers di Rumah Tamu Cafe & Resto, Senin (16/07) siang.
Pengacara Tania lainnya, Heri Iskandar menambahkan, perasaan kliennya sebagai seorang wanita sangat hancur mengetahui berita ini menjadi viral. Menurut Heri, persoalan ini sebenarnya ada di jurnalis yang membuat berita ini. Sebab menghimpun informasi dari media sosial sang jurnalis tak lagi melakukan cross check atau klarifikasi ke pihak terkait.
“Kami sebagai lawyer ingin (kasus) ini berlanjut (ke pengadilan). Tapi kami juga mempertimbangkan menjaga moral (klien kami). Lagipula kalau (kasus ini) berlanjut pasti ada yang dirugikan,” kata Heri.
Lebih lanjut Heri menegaskan, dengan membawa kliennya langsung ke Palembang, pihaknya ingin menunjukkan kliennya apa adanya.
“Apakah ini tampang babu? Dia ini lulusan (akademi) kebidanan. Dia dilamar langsung pada orang tuanya dan tidak pernah merebut suami orang. Seandainya anak ini tidak trauma apa mungkin dia disuruh suaminya muncul dan menerangkan semuanya. Anak ini tidak berani keluar rumah, dia di bully sebagai Pelakor, pembantu, dan lain-lain. Fokus kami sekarang bagaimana memulihkan mentalnya. Dia mencari kerja tidak berani, keluar rumah tidak berani, bahkan bergaul di kampung saja tidak berani. Bayangkan bagaimana masa depan Tania yang menanggung beban begitu berat akibat masalah ini,” tuturnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi manaberita.com Aan Ariadin mengaku cukup terkejut dan tidak menyangka persoalan ini bisa sejauh ini. Secara internal, Aan bertanggung jawab penuh.
“Saya akui berita yang terbit tidak cover both side dan itu salah. Secara institusi kami akui salah dan memohon maaf sebesar-besarnya. Mungkin kontrol, pembinaan saya kurang. Namun manusia ada saja kelalaian, kesalahan, kekhilafan, mohon dimaafkan. Sekali lagi kami minta maaf sebesar-besarnya atas kelalaian ini.
Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk penyelesaian. Kami sadar berita ini telah menyebabkan kerugian kepada Tania dan keluarga besar. Secara pribadi dan institusi saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Aan.
Sementara Tania yang ikut hadir pada konferensi pers mengatakan, dirinya hanya ingin sumber pemberitaan ini bisa terbongkar. Tania juga tak ingin masalah ini berlarut-larut dan segera selesai. (ije)

















