
PALEMBANG-Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, perlu ada perhatian dari semua pihak untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap wanita dan anak. Karena, dari hampir 8 juta penduduk Sumsel 49,18% itu wanita.
“Sedangkan kasus yang terjadi tahun ini di Sumsel untuk anak perempuan 286 kasus, terhadap perempuan dewasa 186 kasus. Jadi, setelah ada bantuan mobil perlindungan perempuan dan anak ini, merupakan salah satu bentuk pengendalian kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya, saat menyerahkan hibah 5 unit mobil perlindungan perempuan dan anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI untuk provinsi dan kabupaten/kota di Sumsel, Rabu (28/12).
Alex mengungkapkan, walaupun kecil mobilnya, tapi besar fungsionalnya untuk semua wanita dan anak di Sumsel. Kalau ada yang melihat bahkan merasakan tindak kekerasan, sambungnya, untuk segera laporkan.
Alex mengimbau, penggunakan mobil ini sebaiknya sesuai kegunaan, karena ini bentuk kepedulian Pemerintah Pusat untuk masyarakat Sumsel. Dengan adanya mobil bantuan ini, diharapkan dapat mempercepat proses pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Rawat sebaik mungkin, gunakan mobil sesuai peruntukan, dan jangan dipakai kondangan,” imbaunya.
Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumsel Hj Susnah Sudarti SE MM menuturkan, mobil perlindungan perempuan dan anak diberikan untuk memudahkan penjangkauan bagi masyarakat yang menerima kekerasan, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Tahun ini mobil bantuan diberikan kepada Pemprov Sumsel sebanyak 5 unit antara lain, 1 unit untuk Provinsi Sumsel, 1 unit untuk Kabupaten Lahat, 1 unit untuk Kabupaten Empat Lawang, 1 unit untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan 1 untuk Kota Palembang,” tandasnya. (tul)

















