PALEMBANG, Fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta untuk pemulihan korban bencana yang terjadi di Bumi Sriwijaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinsos Sumsel, Mirwansyah mengatakan saat ini berbagai bencana terjadi di Sumsel seperti banjir, tanah longsor hingga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Karena itu, sebagai bentuk respon pemerintah. Pihaknya menganggarkan dana bantuan bencana yakni sebesar Rp 300 juta.
Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk pemulihan korban bencana seperti membuat dapur saat warga mengungsi sehingga para korban dapat makan hingga bencana berakhir.
“Selain itu juga kami memberikan bantuan yang akan didistribusikan kepada korban selama menjalani masa pemulihan,” katanya, Rabu (26/02).
Saat ini, pihaknya juga menyiapkan pasukan Tagana sebanyak 1.100 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel. Serta mengaktifkan Markas Komando (Mako) Tagana yang bertujuan untuk mengetahui secara detail kondisi bencana di suatu daerah.
“Dengan adanya pasukan Tagana ini serta Mako maka pasukan dapat bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban bencana,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ansori mengatakan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebutkan sepanjang 2019, sebanyak 38 kejadian bencana banjir/banjir bandang dan tanah longsor sebanyak 13 kali.
Akibat bencana tersebut 1675,5 hektar sawah, 10.434 unit rumah, 35 unit sekolah serta 8 unit fasilitas umum lainnya seperti kantor KUA, puskesmas, musholla, polindes, pasar dan kantor camat terendam banjir.
“Kami imbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap berhati-hati terutama saat musim hujan,” singkatnya. (lim)
















