YOGYAKARTA, fornews.co–Usaha kecil di Yogyakarta terus bergerak bangkit mengatasi keterpurukan ekonomi akibat dampak virus corona.
Agar perekonomian di Yogyakarta tetap bergairah, pemerintah setempat mendorong pelaku usaha kecil untuk berkreasi dan produktif.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, pemerintah bekerja sama dengan Mall mempromosikan berbagai produk UMKM.
Dengan dibukanya gerai di Mall dapat memperkenalkan kembali produk UMKM, khususnya batik, yang selama ini tersimpan karena pandemi Covid-19.
Promosi produk UMKM di Mall itu tidak hanya mempromosikan batik tradisional khas Yogya, tetapi juga jumputan hingga ecoprint yang menampilkan warna-warna alam.
“Nah dengan adanya gerai ini produk mereka bisa terjual,” kata Kepala Bidang Usaha Kecil Mikro Dinkop, UKM, Nakertrans Kota Yogyakarta, Rihari Wulandari, di Lippo Mall, Rabu.
Selain itu, imbuhnya, gerai di Mall diharapkan dapat membangkitkan perekonomian di Kota Yogyakarta.
Sebagai tempat mempromosikan produk UMKM, Lippo Mall menyediakan tiga gerai, yaitu fashion, gerai kuliner dan gerai untuk dekranasda.
Penyediaan gerai itu adalah salah satu program gandeng gendong.
Pemerintah Yogyakarta mengajak kerja sama dengan beberapa Mall di Kota Yogya, salah satunya adalah Lippo Mall.
Wulandari menjelaskan, biaya sewa gerai di Mall itu memakai konsep pembayaran dengan sistem bagi hasil.
“Hanya 10 persen dari omset penjualan yang di setorkan untuk pihak Lippo Mall,” ungkapnya.
Selain Lippo Mall, Pemerintah Yogyakarta juga bekerja sama dengan beberapa Mall, antara lain Galeria dan Ramai.
“Gerai ini bukti bahwa gerakan gandeng gendong di Kota Yogya ini berjalan dengan baik,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.
Ia mengakui kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan ini tidak banyak. Namun, pihaknya akan tetap menyambut wisatawan yang datang ke Yogyakarta. (adam)
















