SEKAYU, fornews.co – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Muba Thia Yufada bersama beberapa kepala OPD membagikan masker kain kepada warga yang melintas di jalan depan rumah dinas Bupati Muba di Sekayu, Senin (06/04).
Pembagian masker gratis ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Muba bersama warga untuk mencegah penyebaran virus Corona di Bumi Serasan Sekate. Bahkan Dodi mewajibkan seluruh warga Muba yang berada di luar rumah untuk mengenakan masker. Bahkan mulai hari ini, perkantoran Pemkab Muba ditetapkan sebagai wilayah wajib masker.
“Secara nasional memang sudah diserukan adanya masker for all. Di Bumi Serasan Sekate kita sebut Gerakan Masker Muba. Tidak hanya melindungi sesama warga dengan mewajibkan semua warga Muba memakai masker saat keluar rumah, namun juga untuk membantu ekonomi masyarakat. Sudah sekitar 20 penjahit di Muba yang dilibatkan dalam pembuatan 10 ribu masker yang akan dibagikan secara gratis. Target saya 1 juta masker untuk semua warga Muba,” ujar Dodi di sela-sela pembagian masker gratis kepada pengguna jalan.
Sebelumnya, Dodi dan Thia juga membagikan masker gratis kepada sejumlah warga mulai pelaku usaha, warga kurang mampu dan tenaga medis.
“Kita sengaja bagikan masker kain, karena masker bedah memang diperuntukkan bagi tenaga medis. Selain tentu saja kini harganya tak terjangkau masyarakat. Ini sumbangsih terkecil kita untuk penanganan corona,” jelas dia.
“Semua warga kita harapkan dan diharuskan menggunakan masker kain. Masker bedah atau medis dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Warga yang sehat gunakan masker kain, ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu orang positif Covid-19 bisa tanpa gejala klinis,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada mengatakan, pembuatan masker untuk Gerakan Masker Muba ini merupakan sinergi antara Dinas Dagperin dan PKK Muba. Bahkan untuk memenuhi target, menurut Thia, pihaknya akan memperluas wilayah produksi dan penyebaran masker.
“Kami saat ini target 1.000 masker per hari. Namun karena kita tak pernah tahu kondisi terkait wabah virus Corona, maka kami akan tingkatkan produksinya melalui kerja sama dengan BUMDes yang ada di Muba. Termasuk para penjahit juga akan melibatkan mereka yang ada di 15 kecamatan di Muba. Kita harus cepat mengingat masker kain kini juga mulai diproduksi secara mandiri oleh sejumlah tempat yang memicu langkanya bahan kain,” kata Thia. (ije)
















