
BATURAJA-Pengaruh tingginya debet Sungai Ogan, ditambah intensitas hujan yang tinggi berdampak pada program cetak sawah di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Ogan Komering Ulu (OKU), yang sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu diprediksi bakal gagal panen.
Demikian itu diungkapkan Camat Kedatong Peninjauan Raya Yoyin Aprianto, Rabu (30/11). Dia menjelaskan, lokasi cetak sawah berada di dataran rendah sehingga luapan Sungai Ogan merendam kawasan yang diproyeksikan untuk swasembada pangan tersebut. Mirisnya sebagian lahan sawah ini, sudah ditanami warga.
“Kalau cetak sawah memang sudah diantisipasi. Proses tanam padi di lokasi tersebut, saat kemarau tiba, mengingat lokasinya rawa yang selalu direndam air. Jika kemarau kan lokasi sudah kering baru bisa ditanami. Banjir sekarang, jelas petani kemunginan bisa gagal panen,” ujarnya.
Yoyin menjelaskan, ketinggian debit air terus meningkat dan diprediksi akan ada desa lain lagi yang bakal terendam banjir. “Ini memang banjir tahunan. Warga juga sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari akan datangnya banjir. Malah ada satu tempat yang sengaja ditinggikan oleh warga desa untuk memarkirkan sepeda motornya jika terjadi banjir seperti ini,” terangnya, sembari mengatakan dua desa terendah di kecamatan itu yakni Desa Lubuk Kemiling dan Desa Kampai, sudah lebih dahulu terendam.
Di tempat terpisah, kondisi banjir yang melanda mengharuskan pihak sekolah untuk meliburkan anak didiknya. Bahkan banjir terus meluas dengan kedalaman mencapai 1 meter. Sebagaimana menimpa Desa Kepayang, Desa Saung Naga dan Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan. Bahkan akibat rendaman banjir tersebut warga setempat mulai mengeluhkan gatal-gatal dan kesulitan mendapatkan air bersih.
“Lebih dari 300 rumah yang terendam banjir, dan saat air sungai belum ada tanda-tanda akan surut. Di khawatirkan jika air terus naik, warga akan kesulitan air bersih, dan gangguan kesehatan,” ucap Kepala Desa Kepayang H Sobari.
Sambung dia, beberapa dusun yang ada di wilayah Desa Kepayang sedikitnya ada 4 dusun yang paling parah terendam banjir, yakni Dusun 2, 3, 4, 5. Menuru dia, sejauh ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan berupa air bersih dan obat-obat untuk mencegah kemungkinan terjadiny serangan diare maupun penyakit gatal karena sanitasi air yang kotor. “Kita siapkan posko banjir, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, dengan melibatkan aparat desa, dan petugas kesehatan,” tukasnya. (ibr)

















