PALEMBANG, fornews.co – Bantuan bahan pokok bagi warga Kota Palembang yang terdampak COVID-19 terbukti belum merata. Masih banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan pangan dan bahan pokok lainnya.
Salah satunya Zuki (51) warga Jalan Gubernur HA Bastari, Lorong Budi Mulya 2, Kecamatan Jakabaring. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli angkut di Pasar 16 Ilir ini nekat turun ke jalan untuk memohon bantuan kepada warga lain yang melintas. Dengan menuliskan “Saya Butuh Sembako” di selembar karton putih yang dipakunya ke triplek dan kayu, Zuki berdiri di pinggir jalan mengharap belas kasihan warga yang melintas.
“Syukur-syukur kalau ada Pemerintah yang mau bagi bantuan lewat sini jadi bisa melihat saya. Sebab kalau berdiam diri di rumah, bantuan tidak ada yang sampai,” ujar Zuki.
Menurut Zuki, sebenarnya beberapa waktu lalu pengurus RT tempatnya tinggal sudah meminta data keluarganya untuk menerima bantuan sembako. Namun data yang diperlukan sudah dikumpulkan, tidak ada realisasi sampai sekarang.
“Ketua RT kami sudah meminta mengumpulkan kartu KK, katanya untuk bantuan sembako. Tetapi sampai sekarang bantuan tersebut tidak tahu kabar beritanya,” kata Zuki.
“Kami sangat berharap agar ada bantuan dari pihak-pihak terkait. Apalagi di kampung kami belum ada sana sekali bantuan dari Pemerintah maupun donatur lainnya,” imbuhnya.
Diakui Zuki, dirinya terpaksa turun ke jalan menunggu bantuan lantaran pekerjaannya sebagai kuli angkut tak lagi mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
“Sebelum ada (pandemi) virus Corona, biasanya saya dapat sehari Rp100 ribu sebagai kuli panggul. Tapi sekarang pasar sepi, sehari paling banyak dapat Rp30 ribu. Tidak menentu,” tukasnya. (cr4)

















