JAKARTA, fornews.co – Penambahan kasus harian positif COVID-19 di Indonesia yang dalam beberapa hari ini cukup tinggi menjadi perhatian serius. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan membuat perjuangan berbagai pihak yang menangani pandemi COVID-19 hingga kini menjadi sia-sia.
Salah satu pihak yang menyoroti penambahan kasus ini datang dari para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19, dr Efriadi. Pada konferensi pers secara virtual yang digelar oleh Satgas Penanganan COVID-19, Minggu (15/11) sore, dr Efriadi mengungkapkan penambahan kasus harian yang cukup tinggi beberapa hari ini sedikit menyulitkan para tenanga medis.
Menurutnya, jangan sampai upaya yang dilakukan selama delapan bulan ini sia-sia karena ulah ataupun kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan penularan. Dia mengharapkan agar masyarakat betul-betul patuh terhadap protokol kesehatan dan tidak melakukan kegiatan perkumpulan yang sia-sia yang dapat menularkan virus Corona.
“Kami bertugas sejak April, tentunya banyak suka duka. Berbulan-bulan tidak bertemu keluarga. Sempat banyak penurunan kasus beberapa waktu lalu, dan pasca liburan kembali bertambah ini menyulitkan,” ungkapnya.
Dikatakannya, yang diminta oleh para tenaga medis kepada masyarakat saat ini hanya agar masyarakat dapat betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Itu saja yg kami minta. Jangan sampai karena menghadiri kegiatan berkumpul yang tidak begitu penting kita semua tertulr. Kita semua punya keluarga, dan kami juga ingin beraktivitas kembali dengan keluarga. Untuk itu laksanakan 3 M ketat, dan sampaikan juga dengan keluarga, teman dekat,” ujarnya.
Ditambahkan dokter lainnya yang juga turut menangani langsung pasien COVID-19 bahwa gardah terdepan dalam menghadapi dan menangani pandemi COVID-19 saat ini adalah masyarakat. “Kami ini gardah terakhir, gardah terdepan adalah masyarakat. Jangan sampai upaya kami ini rusak karena kegiatan di luar,” ujarnya penuh harap.
Ketum IDI, dr Daeng M Faqih mengungkapkan, saat ini tercatat lebih dari 100 orang tenaga kesehatan gugur baik itu dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya. “Kami berbulan-bulan bertugas, meskipun kami banyak gugur kami tidak akan mundur. Tapi mohon minta pengertiannya, membantu kami untuk tidak memperberat situasi dengan tidak menambah penularan lebih banyak,” ungkapnya.
“Gardah terdepan bukan lagi petugas kesehatan, tapi seluruh elemen masyarakat harus bergotong royong dengan bersama mencegah untuk tidak tertular. Hindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan penularan, kerumumanan. Kami mokon untuk bersama bergerak jangan hanya mengandalkan petugas kesehatan, jangan hanya mengandalkan pemerintah. Ini harus didukung oleh seluruh masyarakat,” tegasnya. (ads/rif)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















