PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menekankan jajaran Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Sumsel lebih intensif dalam melakukan tindakan pencegahan (preventif) terhadap setiap bencana. Salah satunya peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjadi permasalahan utama di wilayah Sumsel.
“Alhamdullah di Sumsel ini tidak ada tragedi yang terlalu mencuat, hanya penyakit kito nih kebakaran hutan,” katanya di sela-sela kunjungan Basarnas Provinsi Sumatra Selatan di ruang tamu Gubernur, Kamis (01/11), dalam rangka siltaurahmi.
Terkait pencegahan, Berty Kowaas selaku Kepala Basarnas Sumsel mengatakan, bahwa pihaknya telah melaksanakan beberapa program pencegahan. Salah satunya adalah program “SAR GOES TO SCHOOL” .
“Untuk pencegahan, sebenarnya kami pak Gubernur, kami sudah ada program preventif yaitu “SAR GOES TO SCHOOL”, mulai dari SD, SMP, dan SMA untuk memberikan materi atau mengedukasi siswa, bagaimana apabila terjadi suatu gempa,” jelasnya.
Menanggapi itu, HD berkeinginan agar terjalinnya kerja sama antara pihak Pemprov Sumsel dan Basarnas Sumsel, tak hanya untuk memberikan pelatihan kepada siswa, namun juga perwakilan pegawai yang ada di kabupaten/kota di Sumatra Selatan, termasuk aparat SATPOL-PP, terkait upaya pencegahan bencana.
“Terkait upaya pencegahan, nanti saya koneksikan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, agar siswa dan perwakilan pegawai di kabupaten/kota, kalau bisa POL-PP juga, agar dilatih oleh SAR,” imbuh HD.(bas)

















