SEKAYU, fornews.co – Untuk menjaga kelancaran arus mudik lebaran, sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di wilayah Kabupaten Muba terus diperbaiki. Bahkan, alat berat akan disiagakan di setiap ruas jalan yang rusak untuk mengantisipasi kerusakan susulan akibat padatnya kendaraan yang melintas.
Bupati Muba Dodi Reza telah menginstruksikan Dinas PUPR Muba untuk menerjunkan alat berat dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera memperbaiki jalur alternatif yang nantinya bakal dilalui pemudik.
Plt Kepala Dinas PU PR Muba, Herman Mayori mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala BPPJN V Palembang, mengenai kerusakan sejumlah jalan nasional yang ada di Muba. Selain itu, juga berkoodrinasi dengan PU BM dan PR Provinsi Sumsel, untuk jalan provinsi yang sering menjadi jalur alternatif bagi para pemudik.
Menurut Herman, pihak BBPJN V Palembang telah mengusahakan untuk menyiagakan sejumlah alat berat di sejumlah ruas jalan nasional, yaitu mulai jalan lintas timur dari Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin hingga ke perbatasan Provinsi Jambi, yaitu Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.
“Berdasarkan keterangan dari BBPJN V Palembang, bahwa mereka telah menyiapkan alat berat. Khusus untuk ruas Betung-Peninggalan-Perbatasan Jambi saat ini mereka telah melakukan perbaikan tanggap darurat, dan seluruh alat-alat sudah siap di beberapa titik di sepanjang ruas jalan tersebut,” bebernya.
Sementara itu, lanjut Herman, untuk ruas jalan Betung-Sekayu-Mangun Jaya-Perbatasan Musirawas, telah ada pihak ketiga yang melakukan perbaikan. Sehingga secara otomatis, alat-alat yang dibutuhkan memang sudah berada di lokasi.
“Menurut keterangan mereka, untuk ruas jalan lintas tengah saat ini sedang dalam pengerjaan perbaikan. Sehingga sejumlah alat-alat berat pastinya sudah berada di lapangan dan bisa dipergunakan jika memang dibutuhkan,” tegasnya.
Imbuh Herman, khususnya untuk kerusakan sejumlah jalan milik kabupaten yang sering dipergunakan sebagai jalur alternatif, yaitu Simpang C2, Kecamatan Sungai Lilin menuju Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, sedang dalam pegerjaan perbaikan dan pemasangan box culvert.
“Saat ini beberapa titik kerusakan sedang dalam perbaikan, sehingga jalur alternatif tersebut bisa dipergunakan nantinya. Kita juga telah memasang Box Culvert untuk di Desa Talang Leban. Sehingga jalan yang biasanya sulit dilalui nantinya akan bagus,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, bahwa PU PR Muba tetap menyiagakan alat-alat berat untuk mengantisipasi jika memang dibutuhkan. Sehingga para pemudik yang melintas di Kabupaten Muba bisa lancar dan sampai di tujuan dengan selamat.
“Walaupun telah ada alat berat, kita tetap menyiagakan. Jika memang terjadi suatu hal yang memang dibutuhkan, semuanya siap dipergunakan,” tuturnya.
Untuk diketahui, pihak Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Republik Indonesia telah mendirikan posko siaga Sapta Taruna di sepanjang jalan lintas timur (Jalintim) Betung-hingga Bayung Lencir perbatasan Provinsi Jambi, yang beroperasi 22 Mei hingga 16 Juni mendatang.
Posko tersebut dalam edaran yang dikeluarkan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR bisa bergabung dengan posko terpadu bersama intansi terkait di setiap pemerintah daerah.
“Ya, tahun ini ada 6 posko yang bakal dibangun. Nah, bagi ruas Palembang-Jambi ada 3 posko. Yakni di Pangkalan Balai itu masuk PPK 1.5 batas Palembang-Betung, Sungai Lilin PPK 1.2 Betung-Peninggalan dan Bayung Lencir PPK 1.1 Peninggalan-Batas Provinsi Jambi,” kata Kepala Satker Pelaksana Jalan Negara (PJN) Wilayah 1 Palembang, Deddy Mandarsyah.
Untuk di jalan penghubung lintas 2, akan ada 2 PPK di antaranya, PPK 1.3 Betung hingga Mangunjaya dan PPK 1.4 Mangunjaya hingga Muara Beliti dan di eilayah PPK 1.6 batas Palembang-Tanjung Siapi-api. Sehingga jalintim tetap fungsional saat arus mudik dan apabila terjadi longsor bisa ditangani maksimal.
“Kita sudah menyiagakan alat berat seperti greader, dump truck dan back hoe loader,” ujarnya.
Sementara itu, PPK 1-4 Mangun Jaya-Muara Beliti Jalan Penghubung Lintas 2, Endi Abdel Rozza menuturkan, kesiapan untuk posko sapta taruna sudah 100 persen selesai.
Dikatakan, petugas posko bertugas melakukan pemantauan jalan dan mengamati infrastruktur jalan, agar selama arus mudik dan arus balik lebaran tidak ditemukan longsoran yang menghambat arus mudik lebaran.
“Keberadaan posko ini juga untuk menjaga kondisi ruas jalan nasional agar para pemudik merasa nyaman. Kemudian membantu para pemudik mengalami kendala di perjalanan bisa memberikan bantuan. Kita juga menyiapkan P3K, rest area dan tempat peristirahatan,” ujarnya.(bas)

















