YOGYAKARTA, fornews.co – Kuyung-Kupik yang tergabung di Forum Silaturahmi Masyarakat Muba Yogyakarta (Fosmabayo) dan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Muba Yogyakarta (IKPM Muba Yogyakarta), gelar Silaturahmi dengan Pemkab Muba, bertempat di Ballroom Hotel Grand Daffam Rohan Yogyakarta, Sabtu (24/11) malam.
Salah satu perwakilan dari IKPM Muba Yogyakarta, Agus Saputra (28) warga asal Kota Sekayu mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi tingginya atas terlaksananya acara silaturahmi ini. Ia menilai, acara ini memperkuat jalinan silaturahmi dan kekeluargaan antara Jajaran Pemkab Muba, baik dengan masyarakat bahkan mayoritas mahasiswa yang berada di Yogyakarta.
“Tentu ini akan memperkuat jalinan emosional antar mahasiswa dengan Pemkab Muba. Harapannya acara ini tidak hanya kali ini saja tapi bisa berlanjut terus setiap tahunnya, dan dapat menjadi ajang sharing untuk membangun bersama daerah yang Kita banggakan Bumi Serasan Sekate,” ujarnya.
Ketua Fosmabayo, Dr Julian Hernadi mengatakan, atas nama sesepuh warga asal Muba di Yogyakarta dan sekitarnya yang tergabung dalam Fosmabayo dan IKPM Muba Yogyakarta menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada bapak Bupati,Dodi Reza Alex, wakil bupati Beni Hernedi, Sekda Apriyadi beserta Jajaran Pemkab Muba yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga dan materi untuk terus merajut tali silaturahmi antar Pemkab Muba dan masyarakat asal Muba yang berdomisili di perantauan khususnya di Yogyakarta ini.
“Tanpa momen seperti ini sulit bagi kami dapat berkumpul walaupun tinggal diwilayah yang sama, semoga silaturahmi ini menjadi silaturahmi yang memberikan kebaikan untuk kita semua seperti apa yang pernah disampikan Rasulullah SAW. Mari senantiasa menjaga tali silaturahmi, kapanpun dan dimanapun, janganlah hanya karena perbedaan pemikiran dan pandangan, karena perbedaan poltik , persaingan bisnis, karena promosi jabatan dan lain-lain kita sampai memutus tali silaturahmi,” harapnya.
Ia berpesan, kepada mahasiswa asal Muba, terkait derasnya arus informasi dan produksi data secara masif, agar lebih bijak dan tetap menjunjung etika ketika berinteraksi melalui media sosial. Adanya media sosial hanya 0,1% dari efek revolusi industri 4.0, dampak-dampak masif lainnya akan segera hadir ditengah kehidupan kita.
“Tidak ada pilihan lain kita harus ikut dalam gerbong perubahan ini, atau tergilas oleh perubahan itu sendiri,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari Keraton Yogyakarta, Syahbenol Hasibuan mengungkapkan rasa bangga kepada Pemkab Muba, karena tidak semua daerah bisa seperti ini, yang peduli kepada warganya yang dirantau, difasilitasi tempat untuk saling bersilaturahmi sesama warga asal Muba, yang berdomisili di Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Muba, Drs H Apriyadi MSi dalam sambutannya menyampaikan pesan yang perlu menjadi perhatian, bahwasannya sejak kepemimpinan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, Pemkab Muba telah fokus untuk membangun Muba.
“Dalam kesempatan ini kami sampaikan bahwa untuk pembangunan infrastruktur jalan dan program replanting sawit sudah berjalan. Dan sekarang kami sedang menginisiasi untuk menaikkan harga karet, karena harga karet sedang turun, maka kabupaten yang kita banggakan pertama di Indonesia untuk tingkat kabupaten pembangunan infrastruktur jalannya mengunakan aspal karet,” terangnya.
Inovasi program ini dilakukan merupakan upaya Pemkab Muba, untuk menaikan harga karet rakyat kedepanya mengingat harga karet saat ini lagi anjlok, dengan pengunaan Aspal Campur karet harapan kita serapan karet rakyat untuk digunakan aspal campur karet dapat mendongkrak harga karet bisa naik, sehingga perekonomian masyarakat Muba bisa meningkat.
“Kemudian bukan hanya di Muba, namun seluruh daerah indonesia kita sedang dilanda bahaya narkoba, maka dari itu kami sepakat bersama DPRD Muba untuk menerapkan Perda Kabupaten Muba No 2 Tahun 2018 Tentang Pesta Rakyat dan kami membatasi acara Pesta Dimalam hari untuk melindungi generasi penerus kita dari jeratan narkoba,” imbuhnya.
Apriadi berpesan, kepada warga Muba menjaga kekompakan, jalin silaturahim, perbanyak komunikasi sesama warga Muba di Yogyakarta dan jadilah warga yang baik.
“Memang asal Muba tapi sudah menetap di tempat orang, maka dari itu dukung program pemerintah di tempat kita tinggal dan jadilah warga yang baik, jangan buat kegiatan yang tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah, mengkritik pemerintah boleh tidak dilarang silahkan, namun ada SOP, jangan melanggar hukum,” ujarnya. (bas/*)

















