PALEMBANG, fornews.co-Era milenial, memang berdampak pada dunia kuliner untuk lebih berinovasi terhadap semua yang akan disajikan untuk pelanggan. Khususnya untuk pelanggan kekinian, tentu mereka lebih menginginkan yang serba praktis, tanpa mengabaikan cita rasa dari kuliner tersebut.
Hal itulah yang mendasari empat sahabat, yakni Dini Nurmi, Adlan qowi, Kurnia Bintoro, Muchlas, untuk membangun usaha pempek kekinian bertajuk Pempek Bos. Penganan khas Palembang yang disajikan mereka ini, benar-benar kekinian dengan sajian yang berbeda. Kalau biasanya pempek disajikan dengan cuka, tapi Pempek Bos ini lebih kepada cocolan dengan beragam campuran. Untuk harga, sepertinya masih terjangkau di kantong-kantong remaja milenial, harga variannya mulai dari Rp 15.000 – Rp 25.000an.
Menurut salah satu owner Pempek Bos, Dini Nirmi, awal membuat pempek kekinian ini merupakan ide dari ketiga rekannya Adlan Kowi, Kurnia Bintoro,Muchlas. Mereka tetap ingin menjual makanan khas Palembang tapi inovasinya berbeda.
“Kan anak anak sekarang menginginkan hal yang lebih simpel, kalau inovasinya lebih kepada meracik di dapur. Untuk eksperimen bumbu dan inovasi pempeknya, justru tiga hari sebelum gerai Pempek Bos ini buka. Kita sudah ada niat buka kuliner , tapi saat itu tinggal menunya yang belum kepikiran,” ujarnya, Minggu (28/10).

Sebenarnya, terang Dini, untuk inovasi baru Pempek Bos ini mereka hanya menggunakan dua jenis pempek, yakni pempek kulit crispy dan lumpia. Namun, tiap jenisnya ada beberapa varian yang disajikan dengan menu yang berbeda. Seperti untuk pempek crispy variannya ada crispy orijinal, sate crispy, crispy teriyaki, crispy BBQ, crispy blackpaper, crispy sambalado. “Inovasi baru dari varian ini kita buat agar pempek tidak lagi make cuka, melainkan pake cocolan. Era kekinian sekarangkan orang memilih yang praktis dan simpel,” terangnya.
Kemudian, untuk pempek lumpia ada varian lumpia orijinal, lumpia beef moza, lumpia moza, Lumpia corned beef dan lumpia sosis. Itu juga ada topingnya, seperti jagung bakar, balado, barbeque dan mozarella. “Ya kita juga tetap menjual jenis pempek lain, ada pempek kecil, kapal selam dengan beragam varian lain,” ujarnya.
Owner Pempek Bos lainnya, Muchlas melanjutkan, bisnis kuliner makanan khas Palembang yang dibuka bersama ketiga rekannya ini sebenarnya baru dilakukan pada 18 Agustus 2018 atau berbarengan dengan gelaran Asian Games di Palembang.
“Ya kita berempat ini berteman, tapi sebelumnya bisnis kami berbeda. Saya sebelumnya bisnis baju, ada yang sudah main di bisnis online. Makanya kita coba dengan bisnis kuliner pempek kekinian ini,” tuturnya.
Ditanya tentang prospek bisnis kuliner khas Palembang dengan inovasi baru ini, Muchlas mengatakan, cukup potensial. Bahkan, mereka sudah ada rencana untuk membuka gerai baru. “Tapi bukan di Palembang, melainkan di Jakarta,” tandasnya. (tul)

















