
JAKARTA-Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte menyatakan, bahwa perekonomian di Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Perdagangan kedua belah pihak tercatat 3.2 Miliar Euro pada tahun 2015.
Rutte menilai, hubungan ekonomi Indonesia – Belanda semakin berkembang dan kedua negara akan bekerjasama lebih erat dalam segala hal, termasuk masalah hukum, keamanan dan pendidikan.
“Presiden Widodo dan saya menanti untuk meningkatkan hubungan kami. Untuk itulah saya datang kemari membawa banyak delegasi pemerintahan, representasi Nolan Institute, pelaku bisnis Belanda dari sektor pengelolaan air dan kelautan, pengelolaan iklim, pengelolaan sampah, kesehatan dan pertanian,” ujarnya, usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11) siang.
Dengan berbagi pengetahuan dan tenaga ahli itu, Mark Rutte meyakini kedua negara dapat menemukan solusi yang bermanfaat. Tidak hanya di bidang ekonomi , tapi juga bagi masyakarat dan bagi lingkungan,” pungkas Rutte.
Sementara, Presiden Jokowi mengatakan, pertemuan bilateral tersebut banyak membahas mengenai kerjasama ekonomi dengan fokus kepada perdagangan, investasi, pengelolaan air, dan pembangunan infrastuktur maritim.
Jokowi menjelaskan, Belanda merupakan salah satu mitra utama Indonesia di Eropa. Angka perdagangan, investasi dan turis dari Belanda menunjukkan salah satu angka yang tertinggi di Eropa. Bahkan, pelabuhan Belanda merupakan salah satu pintu gerbang masuknya barang-barang Indonesia ke Eropa. “Kita juga membahas mengenai persiapan negosiasi Indonesia – EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), dan kita tegaskan hasil negosiasi CEPA harus menguntungkan rakyat kedua pihak,” jelasnya.
Selain CEPA, sambung Jokowi, pertemuan tersebut juga dibahas meningkatnya nilai kompetitif produk kayu Indonesia dengan sudah berlakunya FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade Lisence). “Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah memiliki FLEGT Lisence. Indonesia harus menggunakan keunggulan komperatif ini dengan baik,” sambungnya.
Selain isu ekonomi, dalam pertemuan itu juga dibahas kerjasama yang kuat untuk pemberantasan terorisme. Sekadar informasi, Indonesia – Belanda telah bermitra untuk pemberantasan terosime di JCLEC atau Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation yang berlokasi di Semarang. Kedua negara juga aktif bersama-sama di Global Counterterorism Forum.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU (Memorandum of understanding) pelatihan diplomatik, penguatan pertukaran informasi terakait dengan manajemen resiko, pelatihan kejuruan dengan proyek rintisan dalam bidang pertanian, bidang perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan sirkuler ekonomi, juga di bidang kelautan dan perikanan. (ekaf)
















