
JAKARTA-Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta media dan pers agar jangan ikut memanas-manasi terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan secara serentak di 101 kabupaten, kota, provinsi di tanah air, tidak hanya DKI Jakarta.
“Justru ikut menyejukkan, karena kasihan nanti yang menderita itu rakyat lho. Jadi bukannya kalian, tapi rakyat yang bawah yang tidak mengerti apa-apa yang disuruh mengikut,” ujarnya, saat memberi keterangan pers bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), usai keduanya bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11) siang.
Presiden RI kelima RI ini mencontohkan, aksi unjuk rasa massa yang terjadi pada 4 November lalu. Menurut dia, banyak sekali mereka yang sebenarnya tidak mengerti untuk ikut dalam aksi unjuk rasa yang sejak awal damai, tetapi di ujungnya terlihat ada upaya untuk jadi tidak baik.
“Saya juga meminta, menginginkan kepada Presiden supaya kita nanti akan ada pertemuan antar ketua umum-ketua umum,” katanya, seraya menunjuk contoh pertemuannya dengan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Setya Novanto, di kediamannya Teuku Umar, Jakarta, Minggu (20/11).
Megawati mengungkapkan, beberapa hari ini dirinya juga akan bertemu dengan beberapa partai yang juga mendukung Presiden Jokowi. “Itulah permintaan saya pada beliau, saya minta izin supaya bisa saya berkomunikasi lagi. Karena kan KIH (Koalisi Indonesia Hebat) sudah tidak ada dan dari KMP (Koalisi Merah Putih) sendiri juga sudah dua partai yang masuk ke dalam pemerintahan,” ungkapnya.
Megawati menambahkan, jika partai-partai pendukung pemerintah seperti PAN, PPP, dan PKB yang dewasa ini memiliki calon yang berbeda dengan Partai PDI Perjuangan atau Partai Golkar dan lain-lain, sebaiknya kalau sudah bersatu di dalam sebuah penguatan pemerintahan, seharus juga di dalam Pilkada bisa bersama-sama. “Tapi itu adalah hak partai untuk menentukan hal-hal seperti itu,” tandasnya. (ekaf)















