
PENDOPO, fornews.co – Sejumlah buruh harian lepas (BHL) PT Aburahmi sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), datangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Tranamigrasi (Disnakertrans) setempat, guna memediasi persoalan yang mereka (BHL) hadapi, Selasa (23/05).
Adapun tuntutan BHL PT Arahmi tersebut, mereka meminta untuk diangkat menjadi karyawan organik setelah sekian lama menjadi tenaga kontrak. Demikian itu, pengakuan para BHL pernah ada perjanjian disepakati pada 2015 lalu dan disaksikan Kepala Disnakertrans Kabupaten PALI, yang isinya perusahaan akan mengangkat BHL atau pekerja kontrak.
“Kami datang ke sini untuk menagih janji pihak perusahaan dan meminta Disnakertrans untuk menindak perusahaan yang mengingkari janjinya. Sebab, pengangkatan serta jaminan kesehatan untuk pekerja sudah disepakati akan diberikan pihak perusahaan sejak tahun 2015, tapi sampai hari ini janji itu belum direalisasikan,” ungkap perwakilan pekerja PT Aburahmi, Zulkarnain dalam orasinya.
Kedatangan diterima langsung Kepala Disnakertrans PALI, Usman Dani SH. Bahkan, pihak Disnakertrans memanggil manajemen perusahaan yang tak berselang lama, perwakilan manajemen PT Aburahmi datang ke kantor Disnakertrans lalu digelar pertemuan.
Usman Dani berharap, kedua belah pihak sepakat dan saling dukung. Pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi dan pihaknya hanya menengahi. “Tapi kami akan tinjau hasil kesepakatan yang ditandatangani hari ini, apabila tidak ditepati, maka kami akan tindak. Jadi kami berharap, permasalahan ini cepat selesai dan saling dukung, supaya perusahaan berjalan lancar dan pekerja bisa sejahtera,” harapnya.
Sementara, perwakilan manajemen PT Aburahmi, Aditya berjanji akan melakukan pengangkatan karyawan dua kali dalam satu tahun. Namun, dalihnya bahwa pengangkatan karyawan tetap perlu proses, karena pihaknya harus mengajukan terlebih dahulu kepada manajemen pusat yang ada di Pekanbaru.
“Kita sudah mengeluarkan memorandum pengajuan pengangkatan ke pihak manajemen dua kali dalam satu tahun. Jadi lihat saja di bulan Juli nanti,” terangnya.
Hanya saja, sambung Aditya, tidak seluruhnya pekerja langsung diangkat, melainkan secara bertahap. Menurutnya, jumlah pekerja yang akan diangkat masih dalam pembahasan, karena perusahaan punya budget. “Kalau 10 orang dipastikan bakal diangkat setiap tahapannya. Sebelum pengangkatan, kita lihat dulu absensinya, output kerjanya, etika serta kesehatan dan umur. Ditambah saat pengangkatan akan kita libatkan pihak BNN,” tukasnya. (son)

















