SEKAYU, fornews.co – LO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Antoni Simamora mengapresiasi gerak cepat dan tepat yang dilakukan Pemkab Musi Banyuasin dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.
“Harapan saya ke depan Pemkab Muba bersama TNI-Polri dan masyarakat Musi Banyuasin dapat meningkatkan upaya-upaya yang saat ini dilakukan demi kebaikan masyarakat di Kabupaten Muba,” ujar Antoni saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muba, Selasa (26/05).
Menurut Antoni, apa yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba yang dikomandoi Bupati Muba Dodi Reza Alex bisa dicontoh oleh kepala daerah lainnya. Dengan sinergi semua pihak diharapkan bisa membuat wabah COVID-19 bisa dikendalikan dan ditekan seperti kondisi di Muba saat ini.
“Saya sangat mengapresiasi betul upaya yang dilakukan pak Bupati Dodi Reza Alex bersama jajaran yang telah agresif dalam pencegahan dan penanganan wabah COVID-19. Upaya menekan penularan di Kabupaten Muba ini menurut saya sudah dilakukan dengan sangat baik sekali. Saya berharap upaya-upaya tersebut terus dimaksimalkan oleh kita semua agar wabah COVID-19 ini segera hilang dan kehidupan kembali berjalan normal seperti biasanya,” ucapnya.
Antoni pun tak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan berdamai dengan COVID-19.
“Saya mengharapkan ada kesadaran dari orang per orang atau kesadaran dari diri kita sendiri selaku warga negara untuk bagaimana hidup menghadapi COVID-19. Kita wajib dan harus mulai membiasakan diri mematuhi dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Selalu bermasker jika keluar rumah, jaga jarak minimal 1 sampai 2 meter, hindari kerumunan massa dan menjaga kebersihan, cuci tangan usai beraktifitas, menjaga stamina tubuh kita dengan mengkonsumsi vitamin dan berolahraga. Ini semua disebut new normal, kehidupan normal yang baru dan mesti kita patuhi. Kita harus disiplin melaksanakannya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin bersama Forkopimda dan elemen masyarakat Muba akan terus maksimal dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.
Menurut Dodi, Pemkab Muba bersama Gugus Tugas dan Forkopimda memperketat pengawasan di area perbatasan khususnya lima pintu masuk wilayah Muba dengan rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke kendaraan yang melintas dan mengecek satu per satu suhu tubuh penumpang kendaraan yang masuk ke wilayah Muba. Gugus Tugas juga mengimbau wajib masker serta mensosialisasikan tata cara kehidupan yang baru sesuai dengan imbauan protokol kesehatan.
“Pengawasan ini dilakukan siang dan malam dengan melibatkan Gugus Tugas, TNI dan Polri, BPBD, Sat Pol PP, Damkar, tenaga medis dan lain-lain,” terangnya.
Dodi juga menjelaskan ada 100 ribu lebih warga Muba yang mendapatkan bantuan terdampak COVID-19 yang semuanya disalurkan merata baik yang terdata maupun tidak terdata. Prinsipnya Pemkab Muba akan mengakomodir semua warga yang terdampak tanpa terkecuali.
Selain itu Dodi juga menerangkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dengan melibatkan Forkopimda sejak awal melakukan gerakan Masker Muba.
“Kami sadar betul semua upaya mencegah dan melakukan pelayanan kesehatan serta mengatasi dampak ekonomi kita lakukan maksimal. Namun Gerakan Masker Muba yang sedari dini kita gaungkan adalah langkah tepat mencegah penularan. Masker bisa mencegah diri kita menularkan virus dan tertular virus. Di zaman new normal kita harus makin disiplin. Benteng terdepan adalah pribadi kita, pribadi yang disiplin menjaga dan membudayakan gaya hidup sehat,” tekan Dodi.
Selain itu, disampaikannya, dalam hal meringankan beban masyarakat saat pandemi ini, Pemkab Muba memberikan subsidi tagihan PDAM dan listrik MEP selama tiga bulan. Selain itu, tenaga medis di Muba sangat maksimal berusaha dalam upaya penanganan juga diberikan insentif serta mendapat asuransi yang dibiayai APBD. (ije)
















