MUBA, fornews.co—Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, menyebut hingga 18 Juli 2021 di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terdapat 212 warga isoman.
Sebanyak 212 warga isoman itu yakni 183 orang ber-KTP Muba dan 39 orang dari luar Muba.
Pihaknya pun mengajak masyarakat agar berlaku adil terhadap warga yang harus menjalani isolasi mandiri.
“Mereka ini kita hargai, jangan kita kucilkan, karena mereka sedang berjuang melawan penyakit, dan berjuang jangan sampai orang sekitarnya terjangkit,” kata dr Azmi, Kamis.
Dijelaskan dr Azmi, orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat disembuhkan dengan cara isolasi mandiri dengan syarat menggunakan panduan penerapan protokol kesehatan.
Namun, isolasi mandiri hanya direkomendasikan bagi yang dinyatakan positif Covid-19 melalui rapid antigen dan tidak bergejala.
Total isolasi mandiri adala 13 hari, yakni 10 hari setelah ada gejala atau positif ditambah 3 hari setelah bebas dari gejala demam.
Orang yang kena Covid-19 tanpa gejala tidak akan menular setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.
“Yakinlah bahwa Covid-19 sudah hilang.”
Tetapi, imbuh dr Azmi, masyarakat tetap harus waspada karena varian virus yang baru sudah masuk.
Disinggung soal status Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin, dr Azmi, mengatakan status Muba telah menurun dari risiko tinggi ke sedang.
“Artinya segala upaya yang kita lakukan sudah menunjukkan hasil,” ucapnya.
Dirinya pun berterima kasih kepada satgas kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa, yang telah bekerja keras dalam penanganan Covid-19 di Muba.
Meski status Muba dari zona merah turun ke oranye, bukan berarti boleh melakukan kerumunan.
Sekda Muba, Apriyadi, menegaskan orang yang positif Covid-19 bukanlah aib.
“Kalau ada masyarakat kita isolasi mandiri tolong dibantu,” imbau Sekda Muba, Apriyadi.
Bantuan pertolongan itu tidak harus dari Pemerintah Kabupaten, namun, juga bisa dari desa.
Khusus kepada Satgas Covid-19 Tingkat Desa, Sekda Muba itu menegaskan bahwa delapan persen dana desa wajid digunakan untuk penanganan Covid-19.
“Itu selain bantuan langsung tunai yang harus digelontorkan desa untuk masyarakat.”
Pihaknya meminta agar warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk dijaga dan dilindungi bersama.
Hal itu berkaitan dengan kondisi kesehatan bagi yang dinyatakan positif Covid-19 butuh tambahan gizi, tempat dan pengawasan. (adam)

















