SEKAYU, fornews.co – Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex berkomitmen untuk mencegah masuknya terorisme dan radikalisme di Bumi Serasan Sekate.
“Ini (terorisme dan radikalisme) sangat kami antisipasi, dan terus berkoordinasi dengan seluruh aparat penegak hukum di wilayah Muba,” ujarnya, usai mengikuti Rapat Koordinasi Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) se-Sumsel, dalam rangka penanganan konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) dan Penanganan Terorisme di Sumsel, di Griya Agung Palembang, Kamis (03/08).
Sambung Dodi, segenap elemen masyarakat diaktifkan, sebagai salah satu contoh, kalangan ulama berperan aktif dalam memberi nasehat kepada jamaah mereka. “Para pemuka agama di Muba, sangat aktif dalam memberikan pengertian untuk mencegah dan meminimalisir adanya teroris di wilayah Muba,” paparnya.
Lanjutnya, antisipasi dini dilakukan sampai ke lapisan sekolah, guru-guru saat memberikan pelajaran menyisipkan pesan-pesan yang menjelaskan bahaya teroris. “Para guru di Muba, menjelaskan dengan cara mereka sendiri tentang bahaya teroria saat memberikan pelajaran di kelas,” imbuh Dodi.
Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI, Komjen Polisi Suhardi Alius dalam kesempatan ini memaparkan terkait bagaimana menghadapi radikalisme dan terorisme di Sumsel. Menurutnya, perlu dilakukan kewaspadaan semua daerah di Indonesia termasuk Sumsel, karena ancaman ini sangat beragam melalui berbagai modus.
“Seperti saya sampaikan ada sekitar 6 orang mantan narapidana teroris disekitar Sumsel, begitu juga di Lapas juga ada. Artinya ini semua sangat dinamis sehingga perlu diantisipasi dan yang terpenting mencegah paham radikal yang akan menjurus pada terorisme agar kita cegah bersama,” tukasnya. (cak)

















