
BATURAJA, fornews.co – Berbagai ekspresi bahagia ditunjukkan masyarakat dan pejabat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), termasuk orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang, H Kuryana Azis, setelah sekian lama mendambakan piala Adipura.
“46 tahun sudah saya mengabdikan diri sebagai PNS dan pejabat, sudah sering saya mendapat penghargaan bahkan penghargaan individu. Namun, menerima Adipura (yang pertama kali) suatu penghargaan yang sangat berharga selama pengabdian saya,” tutur Bupati OKU, H Kuryana Azis, didamping Wabup Johan Anuar, usai mengarak piala Adipura keliling Baturaja, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (03/08).
Menurutnya, Adipura bukan hanya kerja keras pemerintah dalam memanaj kebersihan lingkungan. Melainkan, jerih payah semua pihak terutama semangat semangat pasukan orange (petugas kebersihan), yang setiap hari memastikan Baturaja, beraih dari sampah. Kuryana juga menjelaskan, OKU, sudah memiliki semua faktor penunjang penilaian Adipura, seperti halnya dari segi pendidikan, setidaknya lebih dari 4 sekolah yang memiliki predikat Adiwiyata.
“Untuk mendapat penghargaan Adiwiyata, sekolah harus mempunyai bank sampah, taman, serta penghijauan yang baik. Tapi tidak hanya itu juga, seluruh gurunya pun harus sudah teruji dengan menjalani beberapa tes,” jelasnya.
Penilaian selanjutnya, OKU, memiliki Desa Perubahan Iklim yang ada didua desa yakni, Desa SP 5 Makartitama, dan Desa Pemilikan Peninjauan. Suasana desanya sudah tertata rapi, penghijauan sangat dominan serta kebersihan desa tersebut sangat terjaga.
“Kemudian kita juga mempunyai kampung organik yang ada di Desa Tegal Arum, di mana kampung tersebut memiliki prospek untuk membuat pupuk organik sendiri, serta mempunyai komoditi buah naga yang berlimpah,” sambung Kuryana.
Selanjutnya tamba Kuryana, di bidang kesehatan RSUD memiliki IPAL sendiri jadi bisa mendaur ulang sampah medis sendiri; taman Kota Baturaja, dan taman di kawasan PT Semen Baturaja. Masih kata Kuryana, yang paling berpengaruh pengelolaan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di simpang Kandis, yang sudah tertata rapi, ada juga warga yang memiliki bank sampah pribadi.
“Mudah-mudahan, ke depannya kita bisa lebih baik lagi dan mendapatkan piala Adipura Kencana. Salah satu syarat mendapatkannya, pengolahan sampah setiap tahunnya harus berkurang, dalam artian warga harus benar-benar dalam mengelola sampah khususnya yang tidak bisa diurai di dalam tanah,” harapnya.
Di kesempatan ini, ia menceritakan, begitu besar arti Adipura bagi daerah. Ia menyebutkan, ada 16 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan piala Adipura perdana termasuk kabupaten OKU. “Ada Bupati yang menangis saat menerima piala Adipura untuk pertama kalinya, yang artinya piala ini menjadi kebanggaan tersendiri jika kita bisa meraihnya,” tandasnya. (gus)

















