
PALEMBANG, fornews.co-Suara teriakan, tawa, canda, dan tangis, serta lalu lalang anak-anak usia dini, memenuhi halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (03/08) pagi.
Ternyata, pagi tadi ada ribuan bocah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 5-6 tahun se-Sumsel, ikut meramaikan Hari Anak Nasional Indonesia (HANI). Mereka mengikuti lomba menggambar dan mewarnai, memindahkan bendera, menjahit kertas, serta fashion show.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, yang hadir pada HANI tersebut, mengajak semua anak-anak yang hadir naik keatas panggung, bernyanyi bersama. Yohana tak sendiri, tapi didampingi Bunda Paud Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Najib.
Menurut Yohana, anak-anak adalah generasi masa depan bangsa dan negara di Indonesia. Ada sekitar 80 juta anak Indonesia yang dilindungi negara, dilindungi UUD 1945, dan juga UU Perlindungan anak.
“Jadi sekarang sudah tidak main-main lagi dengan anak- anak. anak-anak adalah investasi dari masa depan bangsa dan negara ini, oleh karena itu saya berpesan para orang tua yang hadir, menjaga anak-anak, penuhi hak nya yakni, bersekolah, bermain, berkreatif,” ujarnya.
Yohana menerangkan, bahwa saat ini banyak masyarakat yang belum menyadari anak-anak patut dilindungi. Padahal, saat ini semua negara berlomba-lomba untuk mengangkat perempuan juga anak-anak. Satu negara itu belum maju bila perempuan dan anak itu belum berada di garis aman.
“Saya himbau seluruh masyarakat, mohon melindungi anak-anak. Saya pesan juga kepada Bunda Paud Sumsel untuk memutuskan mata rantai kekerasan, dimulai dari PAUD untuk mendampingi supaya tidak boleh mendapat kekerasan dari siapapun,” tegasnya.
Sementara, Bunda Paud Sumsel yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Eliza Alex menuturkan, terlepas dari tingginya kasus-kasus kekerasan kepada anak, tidak dipungkiri pelayanan yang dilakukan pemerintah dan pengatur kepentingan lainnya untuk memenuhi hak anak dan perlindungan kepada anak, telah mengalami kemajuan yang sangat terbukti. “Anak-anak perlu dibekali keimanan, kecerdasan, keterampilan jiwa, dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani, agar dapat bertumbuh kembang menjadi manusia yang cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa,” tuturnya.
Jumlah anak di Sumsel saat ini, ungkap Eliza, sudah mencapai 2.877.330 anak. Dari jumlah tersebut, 152.408 anak belajar di lembaga PAUD, baik itu di Taman Kanak-Kanak, maupun taman bermain penitipan anak, untuk menunjang keberhasilan anak-anak tersebut. Dia berharap para orang tua, pemerintah, masyarakat agar dapat menumbuh kembangan potensi anak sesuai minat dan bakatnya.(tul)
















