PIDIE JAYA, fornews.co – Bencana banjir dan longsor yang mendera di sejumlah kecamatan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, membuat Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA menyatakan tak sanggup menangani bencana tersebut.
Ketidaksanggupan tersebut dituangkan Sibral Malasyi dalam Surat Pernyataan di atas materai yang dibuatnya pada 25 November 2025 kemarin.
Dalam surat itu Sibral menyatakan, bahwa sehubungan dengan kejadian bencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, kerusakan rumah dan kawasan pemukiman masyarakat, serta kerusakan sarana dan prasarana lainnya.
“Berkenaan denegan hal tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jayatidak dapat menangani penanggulangan bencana tersebut sepenuhnya, mengingat keterbatasan anggaran, sumber daya, serta peralatan yang dimiliki,” tulis Sibral pada surat tersebut.
Maka, ungkap Sibral, Pemkab Pidie Jaya memohon kepada Gubernur Aceh untuk dapat membantu penanganan bencana tersebut.
Seperti diketahui, akibat hujan deras tanpa henti dari Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025), membuat kondisi Kabupaten Pidie Jaya ke titik krisis.
Karena, banjir dan longsor hampir menyapu seluruh wilayah Pidie Jaya, hingga aktivitas warga terputus. Ekonomi lokal berhenti mendadak. Jalan-jalan utama berubah menjadi aliran lumpur.
Sibral Malasyi mengungkap bahwa pemukiman dan insfrastruktur di Kecamatan Bandar Baru; Panteraja; Trienggadeng; dan Meureudu mengalami kerusakan. (aha)

















