MUARA DUA, fornews.co-Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cukohnao dan Sadau Jaya, Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan, yang merenggut enam korban jiwa beberapa waktu lalu, menjadi ujian bagi sang bupati.
“Adanya kejadian yang merenggut korban hingga meninggal dunia. Ini bisa menjadikan ujian bagi kita semua. Untuk ke depan kita mengutamakan siifat gotong royong, agar semua kejadian dapat teratasi dengan baik,” ujar Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo, disela-sela kunjungan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, ke Desa Cukohnao, Sabtu (18/11).
Popo Ali melanjutkan, bahwa pada saat kejadian, respon dari tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel begitu cepat, dalam memberikan pertolongan penyelamatan bertindak dan diberikan bantuan serta juga Kementrian Sosial. “Kita berterima kasih dengan hadirnya Gubernur Sumsel. Ini bentuk peduli kepada kita dan juga salah satu dukungan agar kita dapat melewati ujian ini,” tukasnya.
Sementara, pada kunjungan tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin membesuk korban bencana tanah longsor di puskesmas. Alex cukup terhenyuh melihat Juwita (10) korban yang masih duduk duduk di kelas 5 SD. Karena bocah tersebut hanya tinggal berdua dengan kakaknya, setelah longsor yang telah merenggut lima nyawa keluarganya yang lain termasuk kedua orang tuanya. Alex berharap, Bupati OKU Selatan bisa menekan seminimal mungkin mencegah bencana ini.
“Tantangan yang perlu dihadapi itu saat musim hujan dan panas, adanya bencana seperti longsor dan banjir bandang. Kondisi ini tidak bagus, kita harus mencegah agar tidak terjadi lagi. Intinya, bagaimana cara supaya mencegah lebih baik dari pada sudah kejadian kita repot sendiri,” tegasnya.
Setelah itu, Alex mendatangi rumah warga yang tersapu tanah longsor. Dia juga memperingatkan kepada warga, untuk tidak membangun rumah terlalu dekat di tepi tebing, serta menyarankan untuk mengungsikan ketempat baru dan layak. Tak lupa, orang nomor satu di Sumsel itu meminta agar para keluarga korban yang ditinggal orang tuanya, terlebih yang masih bersekolah dapat diperhatikan.
“Pemerintah setempat agar dapat memberikan jaminan pendidikan gratis hingga sampai bangku kuliah. Mereka ini tak ada ĺagi orang tua dan saudara. Jadi pendidikan mereka jadi tanggungjawab pemerintah daerah. Harus itu, Juwita akan kita tanggung pendidikan kalau bisa sampai bangku kuliah,” tandasnya.
Tak lupa, sang gubernur pun memberikan bantuan kepada para korban berupa bantuan logistik seperti perlengkapan dapur, perlengkapan makan dan bantuan dana guna meringankan beban korban.(tul)
















