KAYUAGUNG, fornews.co – Belum tuntas masalah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), masalah lain kini mulai mengintai Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Masalah tersebut adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sebagaimana diketahui, meski saat ini masih ada curah hujan di Bumi Bende Seguguk tersebut namun musim kemarau akan segera tiba. Memasuki musim kemarau, bencana karhutla kerap mengintai.
Mengantisipasi hal ini, di tengah pandemi COVID-19 petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI terus melakukan upaya preventif terkait pencegahan bencan musiman ini bekerjasama dengan KTNA, Desa Tanggap Bencana, Satgas Karhutla, relawan, dan pelaku dunia usaha. “Kita tidak ingin keadaan tahun lalu terulang kembali, seluruh lapisan akan gencar melakukan sosialisasi pencegahan hingga kepelosok daerah,” ungkap Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin.
Menurutnya, dengan sistem keroyokan yang melibatkan berbagai elemen ini karhutla di Kabupaten OKI dapat teratasi. Karena, dengan luas lahan di OKI dirinya menilai akan sulit karhutla diantisipasi jika hanya mengandalkan para petugas saja.
“Saya yakin jika seluruh unsur lapisan pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengambil peran membantu dalam upaya menghadapi kebakaran, semua akan berjalan baik,” ujarnya seraya mengungkapkan belum terpantau hotspot di wilayah OKI.
Dijelaskan Listiadi, saat ini pemerintah sedang dihadapkan dengan tiga status bencana secara bersamaan. “Sebelum adanya status siaga Covid-19, kita sudah berada di status siaga banjir dan longsor dari bulan Januari – Mei. Tetapi saat dibulan Maret kita dihadapi dengan bencana non alam berupa Covid-19,”
“Bulan-bulan ini juga semestinya kita sudah harus bersiap mengahadapi hotspot titik api, sebab sebentar lagi sudah masuk pancaroba, itu tandanya mulai bulan depan kita akan meningkatkan status siaga Kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (rif)

















